Kedudukan Intelijen Yustisial Kejaksaan Republik Indonesia dalam Optimalisasi Peran Intelijen Penegakan Hukum dalam Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa)

Main Article Content

Muhammad Wira Satria
Nur Fadhilah Mappaselleng

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan intelijen yustisial Kejaksaan Republik Indonesia dan batas kewenangannya dalam Program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa. Persoalan muncul karena program tersebut melibatkan bidang intelijen bersama beberapa bidang lain di lingkungan Kejaksaan, sementara pengawasan keuangan desa juga menjadi tugas pemerintah daerah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kewenangan intelijen penegakan hukum mempunyai dasar dalam Undang-Undang Kejaksaan dan Undang-Undang Intelijen Negara. Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 mengatur pelaksanaan program tanpa mengalihkan kewenangan pemeriksaan administrasi ataupun penanganan perkara pidana. Penguatan peran intelijen dapat dilakukan melalui penerangan hukum yang sesuai dengan persoalan desa, pencatatan informasi awal, serta koordinasi tindak lanjut pengaduan menurut kewenangan masing-masing pihak. Rekomendasi tersebut merupakan hasil analisis hukum dan tidak dimaksudkan sebagai ukuran keberhasilan program di lapangan.

Article Details

Section

Articles

References

Abidin, A. Z., & Tornado, A. S. (2025). Optimalisasi peran Kejaksaan dalam peningkatan kesadaran hukum di Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui implementasi Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6). https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7788

Akbar, A., Irwansyah, Azizah, N., Lasatu, A., & Sedera, R. M. H. (2026). Relating the prosecutor’s strategic development security mandate to the strengthening of corruption and environmental supervision in regional strategic projects. Journal of Law, Environmental and Justice, 4(1), 94–123. https://doi.org/10.62264/jlej.v4i1.235

Ambarwati, D., & Shodiq, M. J. (2025). Legal politics of village fund supervision in preventing potential corruption in Indonesia. Sociological Jurisprudence Journal, 8(2), 189–197. https://doi.org/10.22225/scj.8.2.2025.189-197

Anam, C., Plaček, M., Valentinov, V., & Del Campo, C. (2023). Village funds and poverty reduction in Indonesia – New policy insight. Discover Global Society, 1, 14. https://doi.org/10.1007/s44282-023-00016-6

Arifin, B., Wicaksono, E., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty, S. A., Solikin, A., Suhendra, M., Saputra, A. H., Ariutama, G. A., Djunedi, P., Rahman, A. B., & Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned-enterprises, and employment – Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79, 382–394. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052

Donanto, H. (2026). Preventing village fund corruption in Indonesia – Evaluating community participation and social accountability in rural governance. Indonesian Anti Corruption Studies, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.65815/newv8e83

Ginting, A. H., Widianingsih, I., Mulyawan, R., & Nurasa, H. (2023). Village government’s risk management and village fund administration in Indonesia. Sustainability, 15(24), 16706. https://doi.org/10.3390/su152416706

Gonzalez-Ocantos, E. (2026). Prosecuting corruption – Drivers, dilemmas, and consequences. Annual Review of Law and Social Science, 22, 389–404. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-042224-085729

Hidajat, T. (2025). Village fund corruption mode – An anti-corruption perspective in Indonesia. Journal of Financial Crime, 32(2), 444–455. https://doi.org/10.1108/JFC-01-2024-0042

Hilmawan, R., Aprianti, Y., Vo, D. T. H., Yudaruddin, R., Bintoro, R. F. A., Fitrianto, Y., & Wahyuningsih, N. (2023). Rural development from village funds, village-owned enterprises, and village original income. Journal of Open Innovation – Technology, Market, and Complexity, 9(4), 100159. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2023.100159

Husny, T. I. A., Ramadani, S., & Sahlepi, M. A. (2026). The role of law enforcement intelligence in prosecutor’s office on “Prosecutor Guards the Village” program at the North Padang Lawas District Prosecutor’s Office. Journal Evidence of Law, 5(1), 295–302. https://doi.org/10.59066/jel.v5i1.2245

Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021.

Indonesia. (2010). Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2024.

Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.

Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.

Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Jawadz, M. T. C., & Juhana, U. (2026). Optimalisasi fungsi intelijen Kejaksaan dalam pencegahan penyimpangan dana desa melalui Program Jaga Desa di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(5), 3786–3793. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i5.8916

Kejaksaan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Kejaksaan Nomor 3 Tahun 2024.

Kejaksaan Republik Indonesia. (2023). Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Desa melalui Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). jdih.kejaksaan.go.id/produk-hukum/detail?id=4382

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa.

Kristanto, S. B., Wardhani, R., Siswantoro, D., & Ekananda, M. (2026). Fiscal decentralization, governance, and corruption – Evidence from Indonesian local governments (2010–2021). Cogent Business & Management, 13(1), 2652136. https://doi.org/10.1080/23311975.2026.2652136

Marta, D. J. (2025). Village policy reform through Law No. 3 of 2024 – Village head tenure and the role of rehabilitation funds. Bestuurskunde – Journal of Governmental Studies, 5(1), 51–65. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.5.1.51-65

Permatasari, P., Ilman, A. S., Tilt, C. A., Lestari, D., Islam, S., Tenrini, R. H., Rahman, A. B., Samosir, A. P., & Wardhana, I. W. (2021). The village fund program in Indonesia – Measuring the effectiveness and alignment to sustainable development goals. Sustainability, 13(21), 12294. https://doi.org/10.3390/su132112294

Prasetyo, F. D. (2024). Peranan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo dalam upaya pencegahan korupsi dana desa melalui Program Pelayanan Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Journal of Human and Education, 4(5), 1155–1165. https://doi.org/10.31004/jh.v4i5.1626

Purnamasari, R., Hasanudin, A. I., Zulfikar, R., & Yazid, H. (2024). Do internal control and information systems drive sustainable rural development in Indonesia? Journal of Open Innovation – Technology, Market, and Complexity, 10(1), 100242. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2024.100242

Putri, C. M., & Ilboudo, T. A. S. (2024). Corruption in village governments – A bibliometric review and future research agenda. Public Accounting and Sustainability, 1(1), 35–49. https://doi.org/10.18196/pas.v1i1.8

Putri, C. M., Argilés-Bosch, J. M., & Ravenda, D. (2024). Creating good village governance – An effort to prevent village corruption in Indonesia. Journal of Financial Crime, 31(2), 455–468. https://doi.org/10.1108/JFC-11-2022-0266

Rahmando, D. K., Lekipiouw, S. H., & Salmon, H. (2026). Kewenangan intelijen Kejaksaan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia – Analisis yuridis terhadap batas kewenangan dan kepastian hukum. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(8). https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i8.3591

Rangkuti, I., Syahrin, A., Suseno, S., & Mulyadi, M. (2024). Intelligence function in preventing corruption – Indonesian prosecutor’s office and strategic development security. KnE Social Sciences, 716–737. https://doi.org/10.18502/kss.v8i21.14788

Rum, A. M. S., Thalib, H., & Arif, M. (2022). Efektivitas intelijen Kejaksaan Negeri dalam pemberantasan tindak pidana korupsi – Studi Kejaksaan Negeri Makassar. Journal of Lex Philosophy, 3(1), 131–143. https://doi.org/10.52103/jlp.v3i1.1459

Sofyani, H., Pratolo, S., & Saleh, Z. (2022). Do accountability and transparency promote community trust? Evidence from village government in Indonesia. Journal of Accounting & Organizational Change, 18(3), 397–418. https://doi.org/10.1108/JAOC-06-2020-0070

Srirejeki, K., & Khairurrizqo. (2025). The role of community engagement as corruption control strategy in local governments – Insights from Indonesia. International Journal of Public Sector Management, 38(7), 872–894. https://doi.org/10.1108/IJPSM-12-2024-0407

Suandi, Muhtar, E. A., Buchari, R. A., & Darto. (2022). The evaluation of village fund policy in Penukal Abab Lematang Ilir Regency (PALI), South Sumatera, Indonesia. Sustainability, 14(22), 15244. https://doi.org/10.3390/su142215244

Sudarti, E., Usman, U., Salim, A. A., Tubei, R. D. L., & Anggriawan, R. (2026). Deferred prosecution agreements in Indonesian village fund corruption – Balancing legal certainty and public benefit. Journal of Law and Legal Reform, 7(2). https://doi.org/10.15294/jllr.v7i2.33466

Sukawinata, I. G. N. A., Aryana, I. W. P. S., & Dewi, C. I. D. L. (2024). Formulasi asas kerahasiaan intelijen Kejaksaan dalam penyelenggaraan fungsi intelijen penegakan hukum. Vyavahara Duta, 19(2), 101–112. https://doi.org/10.25078/vyavaharaduta.v19i2.3931

Syar, M. N., Razak, A., & Mappaselleng, N. F. (2026). Efektivitas penegakan hukum dalam pencegahan tindak pidana korupsi dana desa di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Jurnal Tana Mana, 7(1). https://doi.org/10.33648/jtm.v7i1.1498

Tuanaya, N., Malik, F., & Amriyanto. (2024). Implementation of the prosecutor’s intelligence authority in investigations of corruption crimes. Jurnal Hukum Volkgeist, 8(2). https://doi.org/10.35326/volkgeist.v8i2.5565

Wahyudi, S., Achmad, T., & Pamungkas, I. D. (2022). Prevention village fund fraud in Indonesia – Moral sensitivity as a moderating variable. Economies, 10(1), 26. https://doi.org/10.3390/economies10010026

Yusuf, B., Rohaya, N., & Abu Bakar, M. Z. (2025). Community legal empowerment and oversight strategies to prevent village fund corruption after the village law revision. Jurnal Dedikasi Hukum, 5(2), 257–280. https://doi.org/10.22219/jdh.v5i2.41207