Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Atas Dugaan Penyadapan Komunikasi Elektronik Presiden Republik Indonesia, Pejabat Negara, Dan Tokoh Publik: Perspektif Hukum Pidana, Keamanan Negara, Dan Fikih Siyasah Jinayah
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis kontruksi pertanggungjawaban pidana atas dugaan penyadapan komunikasi elektronik terhadap Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, dan tokoh publik melalui perspektif hukum pidana, keamanan negara, serta fikih siyasah jinayah. kajian ini berangkat dari dugaan penggunaan sistem intersepsi tanpa verifikasi dan dasar penegakkan hukum yang memadai, termasuk dugaan penghapusan data hasil intersepsi, dengan rentang peristiwa yang diberikan melintasi perubahan rezim hukum pada 2 januari 2026. Penelitian dilakukan sebagai penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan hukum Islam. Analisis menunjukkan bahwa penentuan pertanggungjawaban harus membedakan legalitas kewenangan, unsur tindak pidana, bentuk kesalahan, peran setiap pihak, serta keabsahan bukti elektronik. Status sasaran sebagai pejabat negara tidak dengan sendirinya membentuk tindak pidana terhadap keamanan negara. Dalam perspektif Fikih Siyasah Jinayah, intersepsi tanpa alasan syar'i dan otorisasi yang sah dapat beririsan dengan larangan tajassus, pelanggaran amanah, dan tindakan yang merugikan kehormatan serta kemaslahatan umum. Penelitian ini merumuskan parameter evaluasi yang mengintegrasikan asas legalitas proporsionalitas, akuntabilitas dan perlindungan hak.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anggraeniko, L. S., Ambarwati, A., & Utami, F. R. (2026). Admissibility of digital evidence in Indonesia: Criminal–civil implications for the chain of custody and evidentiary validity. Priviet Social Sciences Journal, 6(4), 483–494. https://doi.org/10.55942/pssj.v6i4.1566
Christianto, H. (2020). From crime control model to due process model: A critical study of wiretapping arrangement by the Corruption Eradication Commission of Indonesia. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 7(3), 421–442. https://doi.org/10.22304/pjih.v7n3.a7
Diantha, I. M. P. (2019). Metodologi penelitian hukum normatif dalam justifikasi teori hukum (Cetakan ke-3). Prenadamedia Group.
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2022). Metode penelitian hukum normatif dan empiris (Edisi ke-2). Kencana.
Febriansyah, A., Flambonita, S., Banjarani, D. R., & Novianti, V. (2026). The dilemma of wiretapping in corruption crimes in Indonesia: A legal reform perspective based on human rights. Jurnal Bina Mulia Hukum, 10(2), 327–344. https://doi.org/10.24198/jbmh.v10i2.2525
Hikmawati, P. (2022). Pengaturan izin penyadapan oleh KPK pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XVII/2019. Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 13(1), 83–102. https://doi.org/10.22212/jnh.v13i1.2969
Indonesia, M. K. R. (2011). Putusan Nomor 5/PUU-VIII/2010, diucapkan pada 24 Februari 2011, tentang pengujian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. https://mkri.id/public/content/persidangan/putusan/Putusan 5_PUU_VIII_2010 _edit panitera_.pdf
Indonesia, M. K. R. (2016). Putusan Nomor 20/PUU-XIV/2016 tentang pengujian ketentuan alat bukti elektronik dalam perkara pidana. https://jdih.mkri.id/produk-hukum/putusan?frase=20%2FPUU-XIV%2F2016
Indonesia, R. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/234935/uu-no-1-tahun-2023
Indonesia, R. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. https://peraturan.bpk.go.id/Details/274494/uu-no-1-tahun-2024
Indonesia, R. (2025). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337302/uu-no-20-tahun-2025
Indonesia, R. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869
Kusuma, D. P., Sihotang, E., & Saputra, K. E. D. (2025). Juridical review of wiretapping based on Law Number 1 of 2024 amending Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions related to criminal acts at Bali Regional Police. Journal of Social Science, 4(1), 12–19. https://doi.org/10.57185/joss.v4i1.413
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi, cetakan ke-15). Kencana.
Nababan, D. M. B., Lasmadi, S., & Erwin. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap penyalahgunaan data pribadi pada tindak pidana dunia maya. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 4(2), 232–251. https://doi.org/10.22437/pampas.v4i2.26981
Natamiharja, R., Sabatira, F., Banjarani, D. R., Davey, O. M., & Setiawan, I. (2022). Balancing two conflicting perspectives on wiretapping act: Rights to privacy and law enforcement. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 22(1), 18–30. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v22i1.1226
Nisa’, I. S. (2021). Penyadapan telepon dalam pandangan Ahlussunah Wal Jemaah. Jurnal Sosial Teknologi, 1(9), 987–994. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v1i9.194
Paripurna, A., Lafrance, S., & Indriani, M. (2025). Intelligence surveillance, counterterrorism, and the right to privacy in Indonesia and Canada. Journal of Southeast Asian Human Rights, 9(2), 304–338. https://doi.org/10.19184/jseahr.v9i2.41171
Prasetyo, E. A., Lasmadi, S., & Erwin. (2024). Criminal liability and the application of mens rea in the criminal offence of interception in Indonesia. Hukum Responsif, 15(2), 295–307. https://doi.org/10.33603/responsif.v15i2.9467
Putra, T. I., Islam, A. J., & Rahman, A. M. A. (2024). Integrating Islamic laws into Indonesian data protection laws: An analysis of regulatory landscape and ethical considerations. Contemporary Issues on Interfaith Law and Society, 3(1), 85–118. https://doi.org/10.15294/ciils.v3i1.78690
Putri, E. A., Rahayu, S., & Lasmadi, S. (2025). Tindakan lawful interception oleh penyidik dalam penegakan hukum. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 6(3), 324–341. https://doi.org/10.22437/pampas.v6i3.48453
Putri, N. A. F. S. B., & Rusdiana, E. (2026). Addressing the regulatory gap: A legal analysis of wiretapping procedures in the 2025 Criminal Procedure Code. Lex Journal: Kajian Hukum Dan Keadilan, 10(3), 467–483. https://doi.org/10.25139/lex.v10i3.12334
Rahmani, N. P. (2026). Polri: Tiga tersangka penyadapan ilegal sadap Presiden hingga ormas. In ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5829847/polri-tiga-tersangka-penyadapan-ilegal-sadap-presiden-hingga-ormas
Roselin, S., & Putra, M. R. S. (2025). Personal data subject rights protection: A comparative study between Indonesian PDP Law and the UK Data Protection Act. Jurnal USM Law Review, 8(2), 825–835. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12076
Samudra, A. H., Basu, S., & Perez, C. S. (2026). Digital challenge, analogue mind-set: Assessing Indonesia’s electronic criminal evidence framework. Journal of Indonesian Legal Studies, 11(1), 257–298. https://doi.org/10.15294/jils.v11i1.35378
Ubaidillah, M. H. (2025). Electronic information interception from the perspectives of positive law and Islamic criminal law. Kawanua International Journal of Multicultural Studies, 6(1), 51–66. https://doi.org/10.30984/kijms.v6i1.1347
Winriadirahman, P., Faizin, M., & Ramadha, B. S. (2026). Authentication, chain of custody, and the exclusionary rule for electronic evidence under Indonesia’s 2025 Criminal Procedure Code. De Juncto Delicti: Journal of Law, 6(2), 195–228. https://doi.org/10.35706/djd.v6i2.13858