Kegiatan Keagamaan sebagai Sarana Penguatan Karakter Religius dan Moderasi Beragama Siswa di MAN 2 Kota Pekalongan

Main Article Content

Dini Sekar Arum
Mutmainah
Nur Madinah
Zulfa Erisabilla
Ghevira Putri Izara
Arya Gandhi Narendra
Awaludin Khasan
Arditya Prayogi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan keagamaan di MAN 2 Kota Pekalongan serta menganalisis perannya terhadap penguatan karakter religius dan penanaman moderasi beragama siswa. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur kepada wakil kepala madrasah bidang kurikulum, satu orang guru pembina, dan dua orang siswa, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berlangsung terstruktur pada rentang harian, mingguan, dan tahunan, meliputi tadarus Al-Qur’an, salat Dhuha, serta peringatan hari besar Islam. Kegiatan tersebut memperkuat karakter religius pada aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Penanaman moderasi beragama lebih kuat pada dimensi toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi budaya lokal, sementara komitmen kebangsaan masih bersifat implisit. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan tidak otomatis menumbuhkan moderasi beragama tanpa pengarahan muatan yang disengaja.

Article Details

Section

Articles

References

Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55. https://bdksurabaya.e-journal.id/bdksurabaya/article/view/82

Albana, H. (2023). Implementasi pendidikan moderasi beragama di sekolah menengah atas. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 9(1), 49–64. https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849

Anam, K., & Sugiono. (2023). Penguatan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan. Global Education Journal, 1(1), 135–149.

Aniqoh, N., Husna, A., & Wahyuni, S. (2021). Peran Rohis dalam menanamkan sikap moderasi beragama siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 211–224.

Asyari, M. F., & Prayogi, A. (2026). Reformulasi Metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Agar Relevan Bagi Generasi Z. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 4(4), 1639-1645.

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. (2019). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7272 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam. Kementerian Agama RI.

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640

Hidayat, S. (2025). Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana pendidikan karakter religius siswa di SDIT Mutiara Hati Tanah Merah OKU Timur. Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah, 11(1), 70–80.

Junaedi, E. (2019). Inilah moderasi beragama perspektif Kementerian Agama. Harmoni, 18(2), 391–400. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.414

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. https://doi.org/10.31764/historis.v6i1.4075

Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.

Nasrullah, R., & Wahyudi, N. A. (2026). Diskursus Politik Kebijakan Pendidikan Dalam Tes Kemampuan Akademik: Antara Kepentingan Stakeholder Dan Rekonfigurasi Akuntabilitas Pendidikan. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 9(2), 31-41.

Marzuki. (2015). Pendidikan karakter Islam. Amzah.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Muhayan. (2022). Implementasi moderasi Islam dalam kegiatan imtaq (studi kasus di MAN 2 Lombok Timur). Jurnal Impresi Indonesia, 1(10), 1069–1082. https://doi.org/10.36418/jii.v1i10.469

Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Prayogi, A., Setyawan, M. A., Nasrullah, R., Pujiono, I. P., & Sari, N. H. M. (2026). Penguatan Kapasitas Parenting Inklusi melalui Workshop Partisipatif Berbasis Universal Design for Learning dan Studi Kasus Berbantu AI. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA), 2(2), 289-299.

Prayogi, A., Setyawan, M. A., Nasrullah, R., Pujiono, I. P., & Sukron, A. A. (2026). Strengthening Spiritual Resilience Through A Mosque-Based Thematic Study: Wise Responses To Life Trials Among The An-Nur Congregation In Banjarnegara. ENGAGE: International Journal of Community Engagement and Social Innovation, 1(2), 9-17.

Ramadhani, N. O., Handayani, N., Fathurahman, N., & Nazib, F. M. (2026). Peran pendidikan Islam dalam mencegah radikalisme di kalangan remaja Muslim. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4), 1367–1374.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Rusandi, & Rusli, M. (2021). Merancang penelitian kualitatif dasar/deskriptif dan studi kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2(1), 48–60. https://doi.org/10.55623/au.v2i1.18

Sari, M., Aprisilia, N., & Fitriani, Y. (2025). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 7(1), 112–120.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113

Syaifuddin, M., Muslih, M., Muna, A. C., Khikmah, N., & Prayogi, A. (2026). Transformation of Islamic Education Learning Models Through a Constructivist Approach. ISTIFHAM: Journal Of Islamic Studies, 4(2), 213-224.