Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Kelurahan Tangguh Bencana Untuk Penguatan Kesiapsiagaan Banjir di Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin
Main Article Content
Abstract
Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin, merupakan wilayah dataran rendah yang dipengaruhi pasang surut dan limpasan sungai sehingga mengalami banjir hampir setiap tahun, sementara kapasitas kesiapsiagaan masyarakatnya masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan banjir melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana yang menempatkan perempuan sebagai aktor utama. Kegiatan menggunakan pendekatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas dan riset aksi partisipatif yang dilaksanakan pada Juli 2026 dalam delapan tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, kajian risiko partisipatif, pembentukan forum, pemetaan jalur evakuasi, pemasangan rambu, simulasi, dan penutupan. Hasil kegiatan menunjukkan desain program Srikandi Movement: Perempuan Tangguh Bencana yang menempatkan organisasi perempuan, yaitu PKK, Agen 3R, dan kader Posyandu, sebagai inti kelembagaan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) beranggotakan 35 orang yang ditetapkan melalui Keputusan Lurah, dengan 54,3% anggota berasal dari organisasi perempuan serta mengintegrasikan kajian risiko partisipatif, pembentukan kelembagaan, pemetaan dan pemasangan rambu, simulasi, dan penyediaan sarana dalam satu siklus kegiatan.
Kehadiran peserta pada enam kegiatan menunjukkan proporsi kehadiran dan partisipasi perempuan sebanyak 66,4%. Selain itu, juga teridentifikasi 15 ancaman bencana dengan banjir sebagai prioritas tertinggi (skor 8 dari 8). Selain itu, kegiatan juga berhasil melaksanakan pemasangan 10 perangkat rambu dan peta evakuasi terpasang, simulasi banjir yang diikuti 56 peserta, dan 140 unit sarana kesiapsiagaan serta 200 pamflet diserahkan kepada warga. Kegiatan ini menghasilkan luaran kelembagaan, dokumen perencanaan, dan prasarana yang mendukung SDGs 5, 11, dan 13.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agarwal, B. (2001). Participatory exclusions, community forestry, and gender: An analysis for South Asia and a conceptual framework. World Development, 29(10), 1623–1648. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(01)00066-3
Aldrich, D. P. (2012). Building resilience: Social capital in post-disaster recovery. University of Chicago Press.
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012a). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012b). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2014). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pengarusutamaan Gender di Bidang Penanggulangan Bencana. BNPB.
Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4
Cutter, S. L., Barnes, L., Berry, M., Burton, C., Evans, E., Tate, E., & Webb, J. (2008). A place-based model for understanding community resilience to natural disasters. Global Environmental Change, 18(4), 598–606. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2008.07.013
Drolet, J., Dominelli, L., Alston, M., Ersing, R., Mathbor, G., & Wu, H. (2015). Women rebuilding lives post-disaster: Innovative community practices for building resilience and promoting sustainable development. Gender & Development, 23(3), 433–448. https://doi.org/10.1080/13552074.2015.1096040
Enarson, E. (2012). Women confronting natural disaster: From vulnerability to resilience. Lynne Rienner Publishers.
Erman, A., De Vries Robbé, S. A., Thies, S. F., Kabir, K., & Maruo, M. (2021). Gender dimensions of disaster risk and resilience: Existing evidence. World Bank.
Forum PRB Kelurahan Pemurus Dalam. (2026). Dokumen kajian risiko bencana Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan. Kelurahan Pemurus Dalam.
IPCC. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation and vulnerability. Contribution of Working Group II to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press.
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125
Kelman, I. (2020). Disaster by choice: How our actions turn natural hazards into catastrophes. Oxford University Press.
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Mercer, J., Kelman, I., Taranis, L., & Suchet-Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction. Disasters, 34(1), 214–239. https://doi.org/10.1111/j.1467-7717.2009.01126.x
Moreno, J., & Shaw, D. (2018). Women’s empowerment following disaster: A longitudinal study of social change. Natural Hazards, 92(1), 205–224. https://doi.org/10.1007/s11069-018-3204-4
Neumayer, E., & Plümper, T. (2007). The gendered nature of natural disasters: The impact of catastrophic events on the gender gap in life expectancy, 1981–2002. Annals of the Association of American Geographers, 97(3), 551–566. https://doi.org/10.1111/j.1467-8306.2007.00563.x
Paton, D., & Johnston, D. (2017). Disaster resilience: An integrated approach (2nd ed.). Charles C Thomas.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.
Titz, A., Cannon, T., & Krüger, F. (2018). Uncovering ‘community’: Challenging an elusive concept in development and disaster related work. Societies, 8(3), 71. https://doi.org/10.3390/soc8030071
Twigg, J. (2015). Disaster risk reduction (Good Practice Review No. 9). Humanitarian Practice Network, Overseas Development Institute.
UNISDR. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development (A/RES/70/1). United Nations General Assembly.
Wardhono, H., Priyanto, Sayidah, N., & Marwiyah, S. (2022). Membangun ketangguhan komunitas melalui Dasawisma Siaga Bencana di Desa Bungurasih Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 14(2), 416–427. https://doi.org/10.52166/madani.v14i02.3376
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people’s vulnerability and disasters (2nd ed.). Routledge.