Analisis Kesulitan Generasi Z dalam Penggunaan Bahasa Baku di Era Modernisasi

Main Article Content

Agista Kencana Putri
Fakhri Raditya Ahmad
Marsha Aulya Putri
Raisa Hapsah
Yuni Ertinawati

Abstract

Bahasa Indonesia baku diperlukan dalam komunikasi akademik dan profesional, tetapi kebiasaan berkomunikasi informal di media sosial diduga menyulitkan Generasi Z menggunakannya dalam situasi formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan tingkat kesulitan Generasi Z dalam menggunakan bahasa baku, faktor yang memengaruhinya, serta kebutuhan peningkatan kompetensi berbahasa baku. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang didukung kajian literatur. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring tertutup dari 79 responden berusia 15–23 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling ; setelah penyaringan, 75 responden dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa 79,5% jawaban responden menyatakan kebiasaan berbahasa informal dan 60,5% menyatakan kesulitan berbahasa baku, terutama dalam membedakan ragam bahasa dan menggunakannya pada situasi formal. Lingkungan pertemanan (90,4%) dan media sosial (82,4%) dinilai memengaruhi penggunaan bahasa. Sebanyak 94,6% responden menilai kemampuan berbahasa baku perlu ditingkatkan. Generasi Z perlu dilatih menyesuaikan ragam bahasa dengan konteks.

Article Details

Section

Articles

References

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2003). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi ke-3). Balai Pustaka.

Asfiani, I. M., Afandy, S. N., Zaidaan, F. A., & Sholihatin, E. (2023). Pengaruh bahasa Indonesia dalam konten TikTok terhadap peningkatan kreativitas mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(2), 156–163. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v4i2.231

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan bahasa Indonesia (Edisi ke-5). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Candra Dewi, A., Andrian Saputra, G., Ain, N., & Rifki, A. (2023). Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1(5), 1032–1043.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Devianty, R. (2021). Penggunaan kata baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia. EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia), 1(2), 121. https://doi.org/10.30821/eunoia.v1i2.1136

Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2021). Perilaku generasi Z terhadap penggunaan media sosial TikTok: TikTok sebagai media edukasi dan aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31443

Gusnayetti, G. (2021). Dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja terhadap bahasa Indonesia. Ensiklopedia Sosial Review, 3(3), 275–281. https://doi.org/10.33559/esr.v3i3.971

Maria, D. D. Y. K., Sam’ani, S. N. P., Putri, A. A. A., & Sarah, S. (2023). Analisis pengaruh penggunaan bahasa akronim dan singkatan dari Twitter pada kehidupan sehari-hari. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 104–111. https://doi.org/10.17509/artikulasi.v3i2.68512

Ndraha, L., Ginting, D. E. P., Hura, A. K., & Harefa, N. A. J. (2024). Pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa gaul di kalangan remaja Gunungsitoli. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(3), 3610–3616. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i3.1389

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816

Rozak, R. W. A., Hafidza, S. P., Rahayu, A. P., Fariza, D. M., Fajrin, Z. A., & Ramadhani, K. R. (2023). Analisis media sosial sebagai sumber referensi bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari oleh mahasiswa. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 78–85. https://doi.org/10.17509/artikulasi.v3i2.68508

Salsabilla, A. Z., & Usiono. (2025). Studi literature review: Pentingnya bahasa Indonesia baku di era dominasi bahasa gaul pada remaja. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (ECOS-PRENEURS), 3(1), 19–26.

Serephita, G. (2025). Analisis dampak penggunaan singkatan dan akronim terhadap pemahaman bahasa Indonesia di era Gen-Z: Studi kasus kebahasaan dalam konten TikTok. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 2(1), 341–346.

Sibuea, P., Kiswati, A. D., & Riyanti, D. (2024). Analisis penggunaan kata baku dan tidak baku dalam media sosial. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(4), 284–293. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i4.837

Syahputra, E., Gustiana, D., Lestari, T. D., Fadhilah, Q., & Hidayat, Y. (2022). Eksistensi penggunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan remaja. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 169–174. https://doi.org/10.33487/mgr.v3i1.3978

Tapscott, D. (2009). Grown up digital. McGraw-Hill.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (2009).

Wiyanti, D. T., Setiawati, N. P., Zakaria, S., Soemarwoto, R. S., & Indrawardana, I. (2024). Use of slang words in Tik Tok application by student. Biokultur, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.20473/bk.v13i1.53986

Zahara, L., & Yahfizham, Y. (2024). Penggunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan mahasiswa. IJTIMAIYAH: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 8(1), 12883–12887. https://doi.org/10.30821/ijtimaiyah.v8i1.20087

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.