Analisis Fenomena Salah Kaprah Kosakata Bahasa Indonesia di Kalangan Gen Z
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas salah kaprah kosakata bahasa Indonesia pada Generasi Z. Data dikumpulkan lewat survei deskriptif kuantitatif secara daring kepada 102 responden yang dipilih dengan sampling respons sukarela (voluntary response sampling). Angket menanyakan seberapa sering responden memakai kata acuh, absen/absensi, wacana, dan viral, bagaimana mereka memahami makna bakunya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi VI (KBBI VI), bagaimana sikap mereka terhadap pergeseran makna, dan faktor yang dianggap menjadi penyebabnya. Data diolah dengan frekuensi, persentase, rerata skor, dan tabulasi silang. Viral (85,3%) dan wacana (84,3%) menjadi kata yang paling sering dipakai, sedangkan acuh paling jarang. Acuh dan absensi tergolong salah kaprah karena 80,4% responden mengartikan acuh sebagai “tidak peduli” dan 70,6% mengartikan absensi sebagai daftar kehadiran, padahal keduanya berlawanan dengan KBBI VI. Wacana dan viral merupakan perluasan makna yang sudah tercatat dalam kamus. Rerata skor pemahaman hanya 0,49 dari 2, dan 63,7% responden berada pada kategori rendah. Responden paling banyak memilih tren media sosial (64,7%), kurangnya edukasi (55,9%), dan pengaruh teman sebaya (44,1%) sebagai penyebab. Sampel tidak diambil secara acak, sehingga hasilnya hanya menggambarkan responden dan tidak berlaku bagi seluruh Generasi Z.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ahmadi, W., Zahra, A., & Salsabila. (2024). Ragam bahasa gaul Generasi Z di media sosial Twitter. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(1), 132–139. https://doi.org/10.36312/jcm.v5i1.2568
Ameylia Maya Kristinaupi, Sitaresmi, N., Sulistyaningsih, L. S., Gumilar, G. S., & Syahfitri, I. (2024). Fenomena perubahan makna kata bahasa Indonesia dalam konten platform Instagram dan X. Semantik, 13(1), 87–102. https://doi.org/10.22460/semantik.v13i1.p87-102
Arisetya, D. (2025). Dampak penggunaan bahasa gaul di media sosial terhadap kemampuan berbahasa Indonesia formal generasi digital. JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(01), 266–278. https://doi.org/10.47709/jbsi.v5i01.6552
Armansyah, M. D., Alfidiawati, F., & Ginanjar, B. (2024). Pergeseran makna pada kata radikal dalam media sosial Twitter. Medan Makna, 23(1). https://doi.org/10.26499/mm.v23i1.5455
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2026). KBBI VI daring (entri: acuh, absen, absensi, viral, wacana). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/
Dilivia, A. Z., Febriyanto, L., & Ginanjar, B. (2023). Pergeseran makna kosakata flora dalam metafora di media sosial Twitter: Kajian semantik. Linguistik Indonesia, 41(1), 75–88.
https://doi.org/10.26499/li.v41i1.418
Firdaus, R., & Yohanes, B. (2023). Perubahan makna kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa
Indonesia pada teks khotbah Jumat media NU Online edisi 1 Februari 2023. BAPALA: Jurnal
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(4), 204–214. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/54611
Fitriani, B. L., Hamida, L. F., Angelina, N. C., Fuadah, N. F., Aqilah, N. N., & Rozak, R. W. A. (2026). Pengaruh media sosial terhadap perubahan dan pergeseran makna bahasa Indonesia di kalangan anak muda. Skripta, 12(1), 12–25. https://journal.upy.ac.id/index.php/skripta/index
Hijrah, N., Rialni, D. A. P., Maysarah, M., Sari, Y., & Adisaputera, A. (2024). Pergeseran makna dan ekspresi identitas penggunaan bahasa gaul di media sosial. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(1), 93–100. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i1.3053
Iswatiningsih, D., Fauzan, & Pangesti, F. (2021). Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial. KEMBARA: Journal of Scientific Language Literature and Teaching, 7(2),
476–489. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.18301
Laksono, W., & Nurhayati, E. (2025). Fenomena perluasan makna dalam interaksi penutur bahasa
Indonesia di media sosial X (Januari–Juli 2024): Analisis semantik. GHANCARAN: Jurnal
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 468–482. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v6i2.15170
Lestari, F. L. (2025). Analisis salah kaprah bahasa Indonesia: Kajian semantik dan kebiasaan sosial.
Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa Sastra dan Budaya, 12(2). https://doi.org/10.24114/edukasikultura.v12i2.69324
Lestari, N. F., Harun, M., & Sarah, S. (2021). Perubahan semantik kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia. PHONOLOGIE: Journal of Language and Literature, 2(1), 116–128. https://doi.org/10.26858/phonologie.v2i1.31218
Nisa’, K., & Asrini, H. W. (2026). Fenomena serapan bahasa asing dalam komunikasi Generasi Z di media sosial Threads: Kajian mikrolinguistik terhadap bentuk. Jurnal Riset Humaniora Indonesia, 1(2), 26–38. https://journal-edu.org/index.php/jrhi/article/view/24118
Rahmawati, K. D., Yulianeta, Y., Hardini, T. I., Sunendar, D., & Fasya, M. (2022). Xenoglosofilia:
Ancaman terhadap pergeseran bahasa Indonesia di era globalisasi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(2), 168–181. https://doi.org/10.17509/jpp.v22i2.48110
Rosdiana. (2021). Pergeseran kosakata bahasa Indonesia pada pengguna Instagram. Jurnal Onoma:
Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 7(1), 157–166. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i1.614