Kata – Kata Yang Sedang Trend: Analisis Perkembangan Kosakata Bahasa Indonesia di Media Sosial Instagram, Tiktok, X
Main Article Content
Abstract
Media sosial mempercepat lahirnya kata tren yang sering tidak mengikuti kaidah pembentukan kata baku. Penelitian ini bertujuan memaparkan jenis pembentukan kata tren bahasa Indonesia di TikTok, Instagram, dan X, lalu membandingkan polanya pada ketiga platform. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik simak dan catat. Data berupa 38 kata tren dari unggahan dan komentar yang diakses pada 23 sampai 25 September 2026 dan dibuktikan dengan tangkapan layar. Setiap kata dikelompokkan ke dalam tujuh jenis pembentukan kata dan dicocokkan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keenam. Analisis dilakukan melalui penghitungan frekuensi, persentase, dan tabulasi silang antara jenis pembentukan kata dan platform. Hasilnya menunjukkan bahwa akronim paling banyak ditemukan (31,6%), disusul serapan bahasa asing (21,1%) serta afiksasi dan variasi bunyi atau ejaan (18,4%). Akronim unggul di TikTok dan X, sedangkan di Instagram jumlahnya sama dengan serapan bahasa asing. TikTok tidak memuat serapan bahasa daerah maupun pergeseran makna. Sebanyak 22 kata (57,9%) sudah tercatat dalam kamus. Temuan ini masih bersifat awal karena jumlah data belum mencapai target penelitian.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Aulia, M., Sari, D. P., Anjani, N. K., & Butar Butar, C. (2026). Problematika bahasa gaul di media sosial: Analisis kesalahan berbahasa pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), 13936–13944. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i2.39572
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi VI daring. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses 23–25 September 2026.
Desandi, M., Defriani, R. F., & Gusriani, A. (2026). Perubahan makna leksikal dalam penggunaan bahasa di TikTok: Kajian literatur semantik. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 172–180.
Fitriah, L., Santoso, A., & Taufiqurrahman, F. (2023). Proses fonologis bahasa gaul generasi “Z” di sosial media (Analisis fonologi generatif). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 9(1), 80–88.
Fitriyanti, R., Kadaryati, & Bagiya. (2026). Bentuk abreviasi pada akun X @discountfess periode Oktober hingga November 2025. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 249–263.
Hijrah, N., Rialni, D. A. P., Maysarah, Sari, Y., & Adisaputera, A. (2024). Pergeseran makna dan ekspresi identitas penggunaan bahasa gaul di media sosial. NARASI: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(1), 93–100. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i1.3053
Komalasari, H., Herdiana, & Mulyani, S. (2026). Perubahan makna kata akibat perkembangan budaya populer dalam media sosial Instagram (Alternatif pengembangan bahan ajar cerita teks eksplanasi). Diksatrasia, 10(1), 1–14.
Makrup, K., & Masitoh. (2026). Penggunaan bahasa gaul di sosial media Instagram pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 02 Lampung Utara. Griya Cendikia, 11(2), 276–287. https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v11i2.2388
Mutmainah, N., Herdiana, & Mulyani, S. (2025). Karakteristik penggunaan bahasa gaul dalam media sosial TikTok di kalangan generasi Z (Alternatif pengembangan bahan ajar teks narasi). Diksatrasia, 9(2), 554–570.
Nissa, K., Khumairo, H., Izzati, M., Ikasari, Dinaryam, M. P., & Wijaya, L. G. R. A. (2026). Afiksasi bahasa gaul mahasiswa generasi Z di media sosial. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 356–365.
Putri, A. R., & Nurhayati, I. K. (2024). Exploring cyberculture: A virtual ethnographic perspective on Generation Z slang on TikTok. Jurnal Sosioteknologi, 23(3), 400–415. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2024.23.3.8
Putri, O. P., & Bambang, S. E. M. (2026). Analisis pergeseran makna kata gaul ‘sultan’, ‘gas’, dan ‘healing’ dalam interaksi pengguna TikTok berdasarkan kajian semantik. Lateralisasi, 14(1), 743–756. https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v14i1.10677
Putri, S. F., Iriyansah, M. R., & Iryana, A. (2026). Akronim, blending, dan kliping bahasa generasi Z di TikTok: Kajian morfologi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 435–444. https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.52390
Rofiq, M. A., Amri, M. D., & Neina, Q. A. (2026). Penggunaan akronim dan singkatan di media sosial Twitter/X pada akun @Tubirfess. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.47861/tuturan.v4i1.1996
Sartono, R. R., Nabilla, Sintyasari, L., & Amelia, N. (2026). Analisis bentuk pembentukan dan makna bahasa gaul remaja dalam komentar media sosial X, Instagram, dan TikTok. Jurnal Basataka, 9(1), 251–266.
Utami, V. T., Purba, A., & Pratama, D. R. (2025). Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja SMAN 5 Kota Jambi. Sastranesia: Jurnal Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 13(4), 83–98.
Zahra, R., Yulinda, S., & Elfina. (2026). Generation Z’s lexical creativity on social media: An analysis of word formation patterns and semantic shift. Al-Mubin: Islamic Scientific Journal, 9(2), 1–10. https://doi.org/10.51192/almubin.v9i2.2944
Zulkhaeriyah, Rosyadi, D. Z. A., & Pujiati, T. (2023). The impact of slang language used by “Gen Z” on the existence of Indonesian language. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 6(3), 574–579. https://doi.org/10.34050/elsjish.v6i3.28464