Peran Pendidikan Luar Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Remaja Dari Keluarga Berpenghasilan Rendah

Main Article Content

Muhammad Naufal Asyraf Adnan
Muh Sholeh

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, ketimpangan ekonomi masih menjadi kendala bagi sebagian remaja dalam memperoleh akses pendidikan yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian remaja mengalami keterbatasan dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja. Pendidikan luar sekolah, sebagai bagian dari pendidikan nonformal, hadir sebagai alternatif yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang kurang terlayani oleh pendidikan formal. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pendidikan luar sekolah dalam meningkatkan kualitas hidup remaja dari keluarga berpenghasilan rendah melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan regulasi yang berkaitan dengan pendidikan nonformal, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan luar sekolah memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan keterampilan vokasional, kecakapan hidup (life skills), motivasi belajar, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi remaja. Selain memberikan kesempatan untuk memperoleh kompetensi praktis, pendidikan luar sekolah juga memperluas akses terhadap peluang kerja dan kewirausahaan sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan pendidikan luar sekolah melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Article Details

Section

Articles

References

Referensi dari buku:

Arikunto, Suharsimi. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rukiyah, A. Y., & Yulianti, Lia. (2014). Asuhan Kebidanan Kehamilan Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta Timur: CV. Trans Info Media.

Referensi dari jurnal ilmiah:

Artaningrum, R. G., Budiartha, I. K., & Wirakusuma, M. G. (2017). Pengaruh profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan dan pergantian manajemen pada audit report lag perusahaan perbankan. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 6(3), 1079–1108.

Coombs, P. H., & Ahmed, M. (1974). Attacking rural poverty: How nonformal education can help. Johns Hopkins University Press.

Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. (2023). Kebijakan pendidikan nonformal dan informal. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Fauzi, A., & Mulyadi, D. (2021). Pendidikan nonformal sebagai strategi pemberdayaan masyarakat marginal. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 1–12.

Hidayat, S., & Wulandari, F. (2022). Peran pendidikan kecakapan hidup dalam meningkatkan kemandirian pemuda. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 115–126.

Kamil, M. (2020). Model pendidikan nonformal dalam pengembangan keterampilan masyarakat. Jurnal Pendidikan Nonformal, 15(1), 45–56.

Knowles, M. S. (1980). The modern practice of adult education: From pedagogy to andragogy. Follett Publishing Company.

Lestari, R., & Prasetyo, M. (2021). Pemberdayaan pemuda melalui program pelatihan berbasis keterampilan kerja. Jurnal Pendidikan Masyarakat, 9(2), 88–99.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Marzuki, S. (2012). Pendidikan nonformal: Dimensi dalam keaksaraan fungsional, pelatihan, dan andragogi. Remaja Rosdakarya.

Napitupulu, E. (2022). Pendidikan nonformal dan penguatan kompetensi generasi muda di era digital. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(3), 390–402.

Nursito. (2014). Pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Pustaka Pelajar.

Putri, A., & Raharjo, T. (2023). Pengembangan life skills melalui pendidikan luar sekolah bagi remaja kurang mampu. Journal of Nonformal Education, 9(1), 54–65.

Rahmat, A. (2020). Pendidikan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 134–146.

Rini, S. (2018). Pengaruh pelatihan keterampilan kerja terhadap kemandirian remaja dari keluarga miskin. Jurnal Pendidikan Nonformal, 5(2), 77–84.

Rogers, A. (2004). Non-formal education: Flexible schooling or participatory education? Kluwer Academic Publishers.

Sihombing, U. (2001). Pendidikan luar sekolah: Manajemen strategi, konsep, kiat, dan pelaksanaan. PD Mahkota.

Slamet, P. H. (2010). Pendidikan nonformal sebagai solusi pendidikan masyarakat marginal. Rineka Cipta.

Sudjana, D. (2001). Pendidikan luar sekolah: Wawasan, sejarah, perkembangan, falsafah, dan teori pendukung. Falah Production.

Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Refika Aditama.

Tilaar, H. A. R. (2015). Pedagogik teoretis untuk Indonesia. Kompas.

UNESCO. (2020). Education in a post-COVID world: Nine ideas for public action. UNESCO.

UNESCO. (2022). Transforming education: An imperative for the future. UNESCO.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

World Bank. (2021). The human capital index 2020 update: Human capital in the time of COVID-19. World Bank.

Referensi dari makalah konferensi atau prosiding seminar yang diterbitkan – daring:

UNESCO. (2020). Education in a post-COVID world: Nine ideas for public action. UNESCO.

UNESCO. (2022). Transforming education: An imperative for the future. UNESCO.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

World Bank. (2021). The human capital index 2020 update: Human capital in the time of COVID-19. World Bank.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.