Sosialisasi dan Edukasi Antikorupsi: Jujur Itu Keren, Korupsi Bikin Hancur

Main Article Content

Edi Komara
Azmal Hali
Nazwa Silva Fauziah
Nindya Kirana Putri Sandy
Naysilla Chairani

Abstract

Munculnya kasus korupsi di Indonesia tidak terlepas dari adanya faktor internal, seperti keserakahan atau ketamakan, gaya hidup konsumtif, serta rendahnya pendidikan dan moral individu. Pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, melainkan perlu dimulai dari penanaman nilai integritas sejak dini melalui pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dan partisipatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya nilai karakter, integritas, dan perilaku antikorupsi sejak dini pada siswa/i SMPN 56 Jakarta dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab (QnA), studi kasus sederhana, serta permainan edukatif dan kuis agar siswa lebih aktif dan terlibat selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan penggunaan media pembelajaran interaktif seperti presentasi visual, QnA, serta permainan edukatif dan kuis membuat suasana kegiatan menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Hal ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai integritas dan perilaku antikorupsi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk karakter siswa yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari

Article Details

Section

Articles

References

Referensi dari buku:

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Referensi dari jurnal ilmiah:

Andari, R. (2020). Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Kahoot! Pada Pembelajaran Fisika. ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi danAplikasi Pendidikan Fisika, 6(1), 135-137.

Dewi, H., Lestari, D. A., Arsyad, M. A., Ediyanto, & Ronaldi, P. (2024). Sikap Mahasiswa terhadap Penggunaan ChatGPT dalam Mendukung Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jurnal Al-Mujaddid Humaniora, 10(2), 1–8. https://doi.org/10.58553/jalhu

Erba Robani, M., Anisa Rachim, F., Febriani, A., & Rizqi Fitri, E. A. (2021). Metode Learning By Doing Dalam Mengoptilalisasi Kualitas Belajar Siswa Smp. Jurnal Ilmiah Edukasia (JIE), 1(1). https://doi.org/10.26877/jie.v1i1.7961Hafizi, Z. (2023). Jurnal Ilmiah Edukatif. http://ojs.iaisambas.ac.id/tarbiyah.islamic

Kenneth, N. (2024). Maraknya Kasus Korupsi di Indonesia Tahun ke Tahun. Journal of Law, Education and Business, 2(1), 335–340. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i1.1645

Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Ndaru Kukuh Masgumelar, Pinton Setya Mustafa Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran. https://siducat.org/index.php/ghaitsa

Masriadi, F., & Iskandar. (2022). Praktik Tindak Pidana Korupsi dalam Peradilan Indonesia dan Upaya Pencegahan Korupsi oleh Penegak Hukum di Indonesia, Khazanah Multidisiplin, Vol. 3, No 1. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/kl

Medistiara, Yulida. (2023, Juli 21). “Kejagung Tangani Kasus Kerugian Negara Capai Rp 152 T”. Diambil dari https://news.detik.com/berita/d-6835251/kejagung-tangani-kasus-kerugian-negara-capai-rp-152-t

Nasution, R. P., & Calvin, C. (2025). Keterlibatan Sektor Swasta dalam Praktik Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Daerah: Tinjauan Hukum dan Etika Bisnis. JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia), 6(01), 1–15..

Pusat Edukasi Anti Korupsi, (2022, April 07). “Kenapa Masih Banyak yang Korupsi? Ini Penyebabnya!”. Diambil dari https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20220407-kenapa-masih-banyak-yang-korupsi-ini-penyebabnya

Pusat Edukasi Anti Korupsi. (2022, Mei 11). “Trisula Strategi Pemberantasan Korupsi KPK untuk Visi Indonesia Bebas dari Korupsi”. Diambil dari https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20220511-trisula-strategi-pemberantasan-korupsi-kpk-untuk-visi-indonesia-bebas-dari-korupsi

Pusat Edukasi Anti Korupsi. (2023, Februari 13). “Mengenal Pengertian Korupsi dan Anti Korupsi”. Diambil dari https://aclc.kpk.go.id/action-information/exploration/20220411-null

Pusat Edukasi Anti Korupsi. (2023, Februari 17). “Waspadai Bahaya Politik Uang, Induk dari Korupsi”. Diambil dari https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20230217-waspadai-bahaya-politik-uang-induk-dari-korupsi

Rahmawati, S., Yusuf, A., Zahra, S., & Sunan Ampel Surabaya Abstract, U. (2023). Peranan Teori Belajar Psikoanalisa Dalam Pembentukan Karakter Remaja. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Oktober, 2023(19), 769–778. https://doi.org/10.5281/zenodo.8418234

Safitri, D., Gita Pertiwi, D., Setia Wati, S., Zainal Abidin Pagar Alam No, J., Ratu, L., & Bandar Lampung, K. (2025). Peranan Pendidikan Anti Korupsi Kepada Anak Dalam Membangun Generasi Anti Korupsi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(2), 427–435. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i2.4397

Sudaryatie, Ricky Santoso Muharam, Danang Prasetyo, (2022). Penguatan Nilai Karakter Pendidikan Antikorupsi Melalui Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Yustitiabelen,Vol. 8 No. 1 Januari 2022. E-ISSN: 2799-5703 P- ISSN :1979-2115

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.