Manajemen Mutu Pendidikan pada Sekolah dengan Keterbatasan Sarana dan Prasarana: Studi Kasus di SMPN 34 Bandar Lampung
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen mutu pendidikan pada sekolah dengan keterbatasan sarana dan prasarana di SMPN 34 Bandar Lampung, yang meliputi penetapan target mutu, pelaksanaan program, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target mutu ditetapkan secara kolektif pada awal tahun ajaran dengan penguatan religiusitas sebagai program unggulan, dan setiap guru menyusun program kerja yang dilaporkan secara berkala kepada kepala sekolah. Evaluasi dilakukan melalui supervisi berjenjang dan rekapitulasi nilai, sedangkan tindak lanjut dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan dana. Keterbatasan utama meliputi jumlah komputer yang timpang dengan jumlah siswa, perpustakaan yang sempit, laboratorium ilmu pengetahuan alam yang dialihfungsikan menjadi ruang guru, jangkauan jaringan internet yang tidak merata, dan musala yang hanya menampung sebagian kecil siswa. Sekolah menyikapinya dengan menetapkan prioritas, berinovasi dengan sumber daya yang tersedia, dan memusatkan prestasi pada kegiatan ekstrakurikuler. Manajemen mutu yang adaptif memungkinkan sekolah tetap menjalankan siklus peningkatan mutu meskipun sarana dan prasarana terbatas.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anggraini, R. A., Ariyanto, A., & Syukroni, A. (2025). Manajemen ekstrakurikuler dan relevansinya terhadap prestasi nonakademik siswa di lembaga pendidikan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 211–227. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.24275
Anshori, M., Suwarno, S., & Kasbani. (2022). Management of facilities and infrastructure in improving the quality of Islamic education. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 5(3), 928–939. https://doi.org/10.31538/nzh.v5i3.2339
Azis, M., Fadriati, & Aris, S. (2024). Pembiasaan sholat dhuha dan dzuhur berjamaah dalam pembentukan karakter relijius siswa SMPN 1 Batusangkar. Jurnal Masyarakat Relijius dan Berwawasan (MARAWA), 3(1), 71–76.
Cuesta, A., Glewwe, P., & Krause, B. (2016). School infrastructure and educational outcomes: A literature review, with special reference to Latin America. Economía, 17(1), 95–130. https://doi.org/10.31389/eco.47
Deming, W. E. (1993). The new economics for industry, government, education (2nd ed.). MIT Press.
Elfiza, E., Gusnardi, G., & Sumarno, S. (2022). Pengaruh sarana prasarana sekolah dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 6(5), 1265–1273. https://doi.org/10.33578/pjr.v6i5.8334
Falloon, G. (2020). From digital literacy to digital competence: The teacher digital competency (TDC) framework. Educational Technology Research and Development, 68(5), 2449–2472. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09767-4
Haerunisa, I., & Hanif, M. (2025). Pemanfaatan raport pendidikan untuk program supervisi akademik di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 14(1), 59–65. https://doi.org/10.24036/jbmp.v14i1.133836
Hamdi, H., & Maarif, M. A. (2025). Implementasi manajemen kepala sekolah untuk meningkatkan sarana dan prasarana SMP Unggul Calang. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 108–115. https://doi.org/10.5281/zenodo.17271398
Helmawati, Rilyawan, W., Murniati, & Wulandari, W. (2025). Implementasi manajemen pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah pertama (Studi deskriptif kualitatif di SMP Mathlaul Anwar Kabupaten Bandung). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 431–445. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.25541
Ilomäki, L., Paavola, S., Lakkala, M., & Kantosalo, A. (2016). Digital competence: An emergent boundary concept for policy and educational research. Education and Information Technologies, 21(3), 655–679. https://doi.org/10.1007/s10639-014-9346-4
Kamilia, I. D., Raharja, S., Bustari, M., & Widiyan, A. P. (2023). Manajemen perpustakaan untuk meningkatkan minat baca siswa di SMP N 1 Depok Sleman. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 11(2), 92–102. https://doi.org/10.21831/jamp.v11i2.84684
Lativah, H., & Wijaya, C. (2025). Strategi manajemen sarana dan prasarana di SMP Muhammadiyah Aek Kanopan. Research and Development Journal of Education, 11(1), 597–605. https://doi.org/10.30998/rdje.v11i1.28920
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nurrahmaniah, N., Hamzah, M., & Mualif, M. (2025). Sarana prasarana pendidikan sebagai wujud nyata peningkatan mutu pembelajaran. Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 19–26. https://doi.org/10.32493/tadris.v4i2.48320
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6762.
Rohana, R., Soe’oed, R., & Azainil, A. (2023). Supervisi akademik kepala sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran guru di SMP Muhammadiyah Balikpapan. Journal on Education, 5(2), 5440–5450. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.1132
Rosyidah, S., Supriyanto, A., & Mustiningsih. (2025). Pengaruh integrasi teknologi dalam pembelajaran terhadap kompetensi pedagogi digital guru SMP. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(1), 105–120. https://doi.org/10.24246/j.jk.2025.v12.i1.p105-120
Sallis, E. (2002). Total quality management in education (3rd ed.). RoutledgeFalmer.
Sari, A. A., & Savitri, R. (2025). Strategi manajerial kepala sekolah dalam pengembangan fasilitas sarana dan prasarana di SMP Swasta Nurul Khoir Kota Jambi. JMiE: Journal of Management in Education, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.30631/jmie.2025.101.1-8
Subadre, W., Jufri, A. W., & Karta, I. W. (2023). Pengaruh sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kabupaten Lombok Utara tahun 2022. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan), 7(1), 1–9. https://doi.org/10.29303/jpap.v7i1.504
Sundari, A. (2021). Manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v2i1.45
Supriadi, Rokhman, M., & Nur Kholis, M. M. (2024). Meningkatkan prestasi non akademik melalui manajemen kegiatan ekstrakurikuler. Journal of Education and Learning Innovation, 1(1), 47–58. https://doi.org/10.59373/jelin.v1i1.18
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.