Rekonstruksi Paradigma Pluralisme Hukum Indonesia Di Era Kecerdasan Artifisial Dalam Memperkuat Eksistensi Hukum Adat Di Tengah Fragmentasi Sistem Hukum Nasional
Main Article Content
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan yang signifikan terhadap sistem hukum di Indonesia sekaligus memperlihatkan keterbatasan konsep legal pluralism dalam menghadapi keberagaman sistem hukum. AI yang dikembangkan berdasarkan data dan logika algoritma cenderung mengakomodasi hukum formal, sementara hukum adat sebagai living law sering kali tidak terdokumentasi secara memadai. Artikel ini bertujuan mereformulasikan legal pluralism sebagai kerangka normatif yang lebih adaptif dalam merespons relativitas dan fragmentasi hukum akibat penerapan AI serta implikasinya terhadap eksistensi hukum adat. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan komparatif melalui analisis peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan dua studi kasus di Indonesia yaitu verifikasi klaim hutan adat di Gunung Lumut, Kalimantan Timur, dan pemetaan wilayah adat masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperkuat marginalisasi hukum adat apabila tidak diimbangi regulasi yang inklusif. Oleh karena itu, legal pluralism perlu direformulasikan sebagai landasan operasional yang mengintegrasikan hukum adat ke dalam tata kelola dan regulasi AI nasional guna menjamin perlindungan hak masyarakat hukum adat
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Akmal, Diya Ul, Mas Iman Kusnandar, dan Fatkhul Muin. “Protecting Indigenous Peoples’ Constitutional Rights Through Legal Formation: Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat Melalui Pembentukan Hukum.” Jurnal Konstitusi 22, no. 1 (2025): 66–87.
Andriyani, W., Sacipto, R., Susanto, D., Vidiati, C., Kurniawan, R., & Nugrahani, R. A. G. (2023). Technology, law and society. Tohar Media.
Bella, R., Gujali, A. I., Dewi, R. S., Lion, E., & Maryam, M. (2021). Sistem masyarakat dan organisasi Suku Dayak Ngaju (Studi kasus di Desa Mandomai Kalimantan Tengah). Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 364–375.
Bernanda, Y., Qomariah, I., & Mandasari, E. (2025). Analisis konflik tanah dalam konteks hukum adat. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 516–523.
Budiman, B., Aituru, Y. P., Muri, D. P. D., & Rumalean, Z. Z. (2024). Kedudukan hukum putusan sidang adat sengketa tanah adat Ondoafi Keerom dalam hukum positif. Journal of Law Review, 3(2), 49–60.
Cahyaningtyas, C., Gudiato, C., Thomas, S., & Saputro, T. V. D. (2026). Integrasi Geographic Information System, remote sensing, dan machine learning. Uwais Inspirasi Indonesia.
Cahyawijaya, Samuel, Holy Lovenia, Fajri Koto, Rifki Afina Putri, Emmanuel Dave, Jhonson Lee, Nuur Shadieq, et al. “Cendol: Open Instruction-Tuned Generative Large Language Models for Indonesian Languages.” Dalam Proceedings of the 62nd Annual Meeting of the Association for Computational Linguistics, Volume 1: Long Papers, 14.899–14.914. Bangkok: Association for Computational Linguistics, 2024.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. “Perlu Dicarikan Solusi Mekanisme Pengakuan dalam Pembahasan RUU Masyarakat Adat.” 15 Juli 2026. Diakses pada 28 Juli 2026. https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Perlu-Dicarikan-Solusi-Mekanisme-Pengakuan-dalam-Pembahasan-RUU-Masyarakat-Adat-67232.
Dharmawan, Ni Ketut Supasti, Desak Putu Dewi Kasih, Putu Aras Samsithawrati, Putri Triari Dwijayanthi, Made Suksma Prijandhini Devi Salain, Mirah Mahaswari, Made Grazia Ustriyana, dan Robert Vaisile Moisa. “Quo Vadis Traditional Cultural Expressions Protection: Threats from Personal Intellectual Property and Artificial Intelligence.” Law Reform 19, no. 2 (2023): 321–343.
Dewi, D. K. (2025). Fondasi ilmu hukum: Teori, asas, dan sistem hukum. Serasi Media Teknologi.
Dewi, S. H. S., Handayani, I. G. A. K. R., & Najicha, F. U. (2020). Kedudukan dan perlindungan masyarakat adat dalam mendiami hutan adat. Jurnal Legislatif, 79–92.
Disantara, F. P. (2021). Konsep pluralisme hukum khas Indonesia sebagai strategi menghadapi era modernisasi hukum. Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, 6(1), 1–36.
Disantara, F. P. (2024). Innovative legal approaches for contemporary challenges in Indonesia: Pendekatan hukum inovatif untuk tantangan kontemporer di Indonesia. Indonesian Journal of Innovation Studies, 25(4).
Djatmiko, W. P. (2022). Budaya hukum dalam masyarakat pluralistik.
Endah Pertiwi, S. H., Jaman, U. B., & lainnya. (2025). Masa depan hak ulayat: Harmonisasi hukum adat dan kebijakan agraria nasional. PT Arunika Aksa Karya.
Fatihah, Ramadhan, dan Mahmud. “Urgensi RUU Masyarakat Hukum Adat dalam Menyongsong KUHP Baru 2026.” Jurnal Hukum Berkeadaban 1, no. 2 (2025): 77–84.
Griffiths, John. “Memahami Pluralisme Hukum: Sebuah Deskripsi Konseptual.” Dalam Pluralisme Hukum: Sebuah Pendekatan Interdisiplin, disunting oleh D. Suryadin E. Riyadi Terre, 69–119. Jakarta: Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis, 2005.
Hariri, Achmad, dan Basuki Babussalam. “Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia.” Walisongo Law Review 6, no. 2 (2024): 146–170.
Hartono, T. H. P. (2018). Penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk pengelolaan potensi sumberdaya lokal dan pembelajaran geografi. Prosiding, 3.
Hutabarat, C. P. H., & Anggusti, M. A. M. (2026). Analisis hukum terhadap peran dan regulasi paralegal dalam perlindungan hak masyarakat adat di Indonesia. Judge: Jurnal Hukum, 6(6), 1815–1825.
Indarta, Y. (2025). Cyber law: Dimensi hukum dalam era digital. Pustaka Galeri Mandiri.
Irianto, S. (Ed.). (2009). Metode penelitian hukum: Konstelasi dan refleksi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Irianto, S. (2016). Pluralisme hukum waris dan keadilan perempuan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Jamilah, Nur, Puput Putri, Sundari, dan Zulfatul Amalia. “Pengaruh Kecerdasan Buatan terhadap Hak Cipta: Analisis Karya Kreatif yang Dihasilkan dari Bing Image Creator.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 3, no. 1 (2024): 77–83.
Karim, Muhammad Firman, Yasir Riady, Melisa Arisanty, Ahmad Juma Khatib, dan Muhammad Ajmal. “Preservasi Digital Seloko Adat Jambi, Pantun Betawi dan Berkisah Budaya Batam.” Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi 8, no. 2 (2024): 17–36.
Kariodimedjo, Dina Widyaputri, Bernessa C. Rotua, dan Mario Jon Jordi. “Pelindungan dan Pemajuan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia: Penggunaan Tenun Endek Bali oleh Christian Dior.” Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan 10, no. 1 (2022): 78–97.
Kom, A. Z. M., & Ekawati, F. (2025). Penerapan Artificial Intelligence (AI) pada peralatan militer. CV Eureka Media Aksara.
Koto, Fajri, Rahmad Mahendra, Nurul Aisyah, dan Timothy Baldwin. “IndoCulture: Exploring Geographically Influenced Cultural Commonsense Reasoning across Eleven Indonesian Provinces.” Transactions of the Association for Computational Linguistics 12 (2024): 1703–1719.
Loi, M. A. W. (2025). Perlindungan hukum terhadap warisan budaya "Fulan Fehan" (Disertasi Doktoral).
Musrifah, M., & Syarifah, H. N. (2025). Legal authority crisis in indigenous forest management: The relationship between Dayak customary law and state law in Kalimantan. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 3(2), 1221–1234.
Nasihuddin, A. A., Wibowo, E. A., Sulyanati, K. W. S., Utami, N. A. T., Alam, K., & Riyamukti, T. (2024). Teori hukum Pancasila. Elvaretta Buana.
Pradana, A. E., Herawati, A. R., & Dwimawanti, I. H. (2025). Tantangan kecerdasan buatan dalam implikasi kebijakan pemerintah di Indonesia: Studi literatur. Jurnal Good Governance, 51–66.
Praditha, D. G. E. (2023). Hukum kearifan lokal: Suatu pengantar hukum adat. Literasi Nusantara.
Putri, Fitriani, dan Galih Permadi. “Pemodelan Bahasa untuk Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia: Evaluasi Bias dan Representasi Budaya dalam Dataset Pelatihan.” MUARA BAHASA: Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi 2, no. 1 (2026): 23–35.
Reumi, F., Judijanto, L., Kristanto, K., Yoesry, E., & Rahadian, D. (2025). Teori hukum: Konsep, aliran, dan penerapan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Rudi Nopiansyah, & MH, C. (2025). Hukum dan kecerdasan buatan: Menyongsong era baru dunia hukum. Penerbit KBM Indonesia.
Salam, Safrin, Rizki Mustika Suhartono, Edy Nurcahyo, La Ode Muhammad Karim, Erick Bason, dan Sulayman. “Pengakuan Hak atas Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja: Perspektif Teori Hukum Kritis.” Jurnal Interpretasi Hukum 5, no. 1 (2024): 721–732.
Saptomo, A. (2010). Hukum dan kearifan lokal: Revitalisasi hukum adat Nusantara. Grasindo.
Saraya, S., Lubis, A. F., Juansa, A., Layungasri, G. R., & Rianty, E. (2025). Dinamika hukum di Indonesia: Perkembangan & tantangan. PT Star Digital Publishing.
Savitri, A. (2019). Revolusi industri 4.0: Mengubah tantangan menjadi peluang di era disrupsi 4.0. Penerbit Genesis.
Sholikhah, M., Margareta, N. S., Zahra, N. A. A., & Mulyo, R. E. (2025). Tantangan masyarakat adat dalam menghadapi dinamika hukum adat di era digital. Jurnal Humaniora dan Sosial Sains, 2(2), 167–177.
Simanjuntak, Humasak Tommy Argo, Jesika Purba, Sitogab Girsang, Widya Manurung, Samuel Situmeang, Arlinta Barus, dan Daniel Oranova Siahaan. “AI for Cultural Heritage Textiles: Fine-Tuned Latent Diffusion for Novel Ulos Motif Synthesis.” arXiv preprint arXiv:2607.06590, 2026.
Usop, L. S. (2024). Tahinting Pali: Perjuangan masyarakat adat dalam mempertahan hak atas tanah. Uwais Inspirasi Indonesia.
Vidawati, T. (2009). Peranan kepala adat dalam penyelesaian sengketa tanah (Studi kasus pada Suku Dayak Tobak Desa Tebang Benua Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat) (Disertasi Magister). Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Wibowo, A., & Kom, M. (2025). Kecerdasan buatan dalam sistem hukum: Menjembatani ilmu hukum dan teknologi lewat AI.
Zakaria, R. Y., Iswari, P., Simarmata, R., & Suprapto, E. (2020). Potensi integrasi hutan adat ke dalam sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK). KARSA & European Forest Institute.
UNESCO. “Leveraging UNESCO Normative Instruments for an Ethical Generative AI Use of Indigenous Data.” 8 November 2023. Diperbarui 22 Maret 2024. Diakses pada 28 Juli 2026. https://www.unesco.org/en/articles/leveraging-unesco-normative-instruments-ethical-generative-ai-use-indigenous-data.