Ruang yang Berpindah, Risiko yang Menetap: Kekerasan Seksual pada Pekerja Seks Komersial di Eks-Lokalisasi Ngunut
Main Article Content
Abstract
Kekerasan seksual terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang masih terjadi di tengah terbatasnya perlindungan hukum dan stigma sosial. Meskipun Lokalisasi Ngunut telah ditutup, praktik prostitusi masih berlangsung secara terselubung sehingga Pekerja Seks Komersial (PSK) tetap menghadapi berbagai risiko kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kekerasan seksual yang dialami Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Pekerja Seks Komersial (PSK) yang masih aktif, dan pengurus lokalisasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjuk. Bentuk kekerasan seksual yang dialami Pekerja Seks Komersial (PSK) meliputi tiga bentuk utama. Pertama, kekerasan seksual fisik berupa penarikan tangan secara paksa, pukulan karena di bawah pengaruh alkohol, serta tindakan agresif ketika korban menolak permintaan pelanggan. Kedua, kekerasan seksual verbal berupa ucapan bernuansa seksual, komentar terhadap tubuh, body shaming, dan candaan yang merendahkan martabat korban. Kekerasan tersebut dipengaruhi oleh stigma dan pelabelan negatif terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK), yang menyebabkan mereka kerap menerima perlakuan yang tidak semestinya. Ketiga, stigma sosial yang kuat menyebabkan korban merasa takut, malu, dan enggan melaporkan kekerasan yang dialaminya karena khawatir memperoleh diskriminasi dan penilaian negatif dari masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pekerja Seks Komersial (PSK) masih berada pada posisi yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual, sehingga diperlukan upaya perlindungan dan pendampingan yang lebih optimal untuk menjamin terpenuhinya hak-hak korban tanpa diskriminasi.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ariestia, T. C., & Putri, C. R. (2025). SISI GELAP DUNIA MALAM BANDUNGAN (Studi Kasus Kekerasan Pada Kehidupan Pekerja Seks Komersial di. 1(1).
Daisy Manning, Rabiya Majeed-Ariss, and C. W. (2020). Sex Workers Reporting Rape: Understanding Their Vulnerabilities to Improve Their Care. The Characteristics of Sex Workers Who Attend Saint Marys Sexual Assault Referral Centre. Journal of Forensic and Legal Medicine, 76, 10–206.
Kathleen N Deering. (2014). A Systematic Review of the Correlates of Violence against Sex Workers. American Journal of Public Health, 104(5), 42-54.
Kebung, K. (2018). Membaca ‘Kuasa’ Michel Foucault dalam Konteks ‘Kekuasaan’ di Indonesia. MELINTAS, 33(1), 34–51. https://doi.org/10.26593/mel.v33i1.2953.34-51
Koentjoro. (2004). On The Spot: Tutur dari Sang Pelacur.
Komarudin Hidayat. (2008). The Wisdom of Life Menjawab Kegelisahan Hidup dan Agama. Jakarta: PT Kompas Media.
Nur Syam. (2010). Agama Pelacur: Darmatulugi Transendetal. (Yogyakarta: Penerbit & distribusi, LKiS Yogyakart bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel Press, Surabaya.
Prameswari, J. R. C., Hehanussa, D. J. A., & Salamor, Y. B. (2021). Kekerasan Berbasis Gender Di Media Sosial. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 1(1), 55–61. https://doi.org/10.47268/pamali.v1i1.484
Putra, N. R. and B. P. (2024). Aktor Sosial Yang Mempengaruhi Seorang Menjadi Pekerja Seks Komersial Di Makassar Sulawesi Selata. UMI Medical Journal, 9(1), 48-66.
Rakhmah, N., & Putra, B. P. (2024). Faktor Sosial yang Mempengaruhi Seorang Menjadi Pekerja Seks Komersial di Makassar Sulawesi Selatan. UMI Medical Journal, 9(1), 48–66. https://doi.org/10.33096/umj.v9i1.305
Santury, F. A., Ardianto, H. T., Herawati, N. R., & Kushandajani, K. (2022). Bagaimana Komunitas PSK Melindungi Dirinya: Sebuah Etnografi Prostitusi Di Bandungan. Journal of Social Politics and Governance (JSPG), 4(1), 1–13. https://doi.org/10.24076/JSPG.2022v4i1.771
Sumintak, S., & Idi, A. (2022). Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault: Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 11(1), 55–61. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i1.11117