Kedudukan Intelijen Yustisial Kejaksaan Republik Indonesia dalam Optimalisasi Peran Intelijen Penegakan Hukum dalam Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini membahas kedudukan intelijen yustisial Kejaksaan Republik Indonesia dan batas kewenangannya dalam Program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa. Persoalan muncul karena program tersebut melibatkan bidang intelijen bersama beberapa bidang lain di lingkungan Kejaksaan, sementara pengawasan keuangan desa juga menjadi tugas pemerintah daerah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kewenangan intelijen penegakan hukum mempunyai dasar dalam Undang-Undang Kejaksaan dan Undang-Undang Intelijen Negara. Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 mengatur pelaksanaan program tanpa mengalihkan kewenangan pemeriksaan administrasi ataupun penanganan perkara pidana. Penguatan peran intelijen dapat dilakukan melalui penerangan hukum yang sesuai dengan persoalan desa, pencatatan informasi awal, serta koordinasi tindak lanjut pengaduan menurut kewenangan masing-masing pihak. Rekomendasi tersebut merupakan hasil analisis hukum dan tidak dimaksudkan sebagai ukuran keberhasilan program di lapangan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abidin, A. Z., & Tornado, A. S. (2025). Optimalisasi peran Kejaksaan dalam peningkatan kesadaran hukum di Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui implementasi Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6). https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7788
Akbar, A., Irwansyah, Azizah, N., Lasatu, A., & Sedera, R. M. H. (2026). Relating the prosecutor’s strategic development security mandate to the strengthening of corruption and environmental supervision in regional strategic projects. Journal of Law, Environmental and Justice, 4(1), 94–123. https://doi.org/10.62264/jlej.v4i1.235
Ambarwati, D., & Shodiq, M. J. (2025). Legal politics of village fund supervision in preventing potential corruption in Indonesia. Sociological Jurisprudence Journal, 8(2), 189–197. https://doi.org/10.22225/scj.8.2.2025.189-197
Anam, C., Plaček, M., Valentinov, V., & Del Campo, C. (2023). Village funds and poverty reduction in Indonesia – New policy insight. Discover Global Society, 1, 14. https://doi.org/10.1007/s44282-023-00016-6
Arifin, B., Wicaksono, E., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty, S. A., Solikin, A., Suhendra, M., Saputra, A. H., Ariutama, G. A., Djunedi, P., Rahman, A. B., & Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned-enterprises, and employment – Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79, 382–394. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052
Donanto, H. (2026). Preventing village fund corruption in Indonesia – Evaluating community participation and social accountability in rural governance. Indonesian Anti Corruption Studies, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.65815/newv8e83
Ginting, A. H., Widianingsih, I., Mulyawan, R., & Nurasa, H. (2023). Village government’s risk management and village fund administration in Indonesia. Sustainability, 15(24), 16706. https://doi.org/10.3390/su152416706
Gonzalez-Ocantos, E. (2026). Prosecuting corruption – Drivers, dilemmas, and consequences. Annual Review of Law and Social Science, 22, 389–404. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-042224-085729
Hidajat, T. (2025). Village fund corruption mode – An anti-corruption perspective in Indonesia. Journal of Financial Crime, 32(2), 444–455. https://doi.org/10.1108/JFC-01-2024-0042
Hilmawan, R., Aprianti, Y., Vo, D. T. H., Yudaruddin, R., Bintoro, R. F. A., Fitrianto, Y., & Wahyuningsih, N. (2023). Rural development from village funds, village-owned enterprises, and village original income. Journal of Open Innovation – Technology, Market, and Complexity, 9(4), 100159. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2023.100159
Husny, T. I. A., Ramadani, S., & Sahlepi, M. A. (2026). The role of law enforcement intelligence in prosecutor’s office on “Prosecutor Guards the Village” program at the North Padang Lawas District Prosecutor’s Office. Journal Evidence of Law, 5(1), 295–302. https://doi.org/10.59066/jel.v5i1.2245
Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021.
Indonesia. (2010). Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2024.
Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara.
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.
Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Jawadz, M. T. C., & Juhana, U. (2026). Optimalisasi fungsi intelijen Kejaksaan dalam pencegahan penyimpangan dana desa melalui Program Jaga Desa di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(5), 3786–3793. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i5.8916
Kejaksaan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Kejaksaan Nomor 3 Tahun 2024.
Kejaksaan Republik Indonesia. (2023). Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Desa melalui Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). jdih.kejaksaan.go.id/produk-hukum/detail?id=4382
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa.
Kristanto, S. B., Wardhani, R., Siswantoro, D., & Ekananda, M. (2026). Fiscal decentralization, governance, and corruption – Evidence from Indonesian local governments (2010–2021). Cogent Business & Management, 13(1), 2652136. https://doi.org/10.1080/23311975.2026.2652136
Marta, D. J. (2025). Village policy reform through Law No. 3 of 2024 – Village head tenure and the role of rehabilitation funds. Bestuurskunde – Journal of Governmental Studies, 5(1), 51–65. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.5.1.51-65
Permatasari, P., Ilman, A. S., Tilt, C. A., Lestari, D., Islam, S., Tenrini, R. H., Rahman, A. B., Samosir, A. P., & Wardhana, I. W. (2021). The village fund program in Indonesia – Measuring the effectiveness and alignment to sustainable development goals. Sustainability, 13(21), 12294. https://doi.org/10.3390/su132112294
Prasetyo, F. D. (2024). Peranan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo dalam upaya pencegahan korupsi dana desa melalui Program Pelayanan Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Journal of Human and Education, 4(5), 1155–1165. https://doi.org/10.31004/jh.v4i5.1626
Purnamasari, R., Hasanudin, A. I., Zulfikar, R., & Yazid, H. (2024). Do internal control and information systems drive sustainable rural development in Indonesia? Journal of Open Innovation – Technology, Market, and Complexity, 10(1), 100242. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2024.100242
Putri, C. M., & Ilboudo, T. A. S. (2024). Corruption in village governments – A bibliometric review and future research agenda. Public Accounting and Sustainability, 1(1), 35–49. https://doi.org/10.18196/pas.v1i1.8
Putri, C. M., Argilés-Bosch, J. M., & Ravenda, D. (2024). Creating good village governance – An effort to prevent village corruption in Indonesia. Journal of Financial Crime, 31(2), 455–468. https://doi.org/10.1108/JFC-11-2022-0266
Rahmando, D. K., Lekipiouw, S. H., & Salmon, H. (2026). Kewenangan intelijen Kejaksaan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia – Analisis yuridis terhadap batas kewenangan dan kepastian hukum. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(8). https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i8.3591
Rangkuti, I., Syahrin, A., Suseno, S., & Mulyadi, M. (2024). Intelligence function in preventing corruption – Indonesian prosecutor’s office and strategic development security. KnE Social Sciences, 716–737. https://doi.org/10.18502/kss.v8i21.14788
Rum, A. M. S., Thalib, H., & Arif, M. (2022). Efektivitas intelijen Kejaksaan Negeri dalam pemberantasan tindak pidana korupsi – Studi Kejaksaan Negeri Makassar. Journal of Lex Philosophy, 3(1), 131–143. https://doi.org/10.52103/jlp.v3i1.1459
Sofyani, H., Pratolo, S., & Saleh, Z. (2022). Do accountability and transparency promote community trust? Evidence from village government in Indonesia. Journal of Accounting & Organizational Change, 18(3), 397–418. https://doi.org/10.1108/JAOC-06-2020-0070
Srirejeki, K., & Khairurrizqo. (2025). The role of community engagement as corruption control strategy in local governments – Insights from Indonesia. International Journal of Public Sector Management, 38(7), 872–894. https://doi.org/10.1108/IJPSM-12-2024-0407
Suandi, Muhtar, E. A., Buchari, R. A., & Darto. (2022). The evaluation of village fund policy in Penukal Abab Lematang Ilir Regency (PALI), South Sumatera, Indonesia. Sustainability, 14(22), 15244. https://doi.org/10.3390/su142215244
Sudarti, E., Usman, U., Salim, A. A., Tubei, R. D. L., & Anggriawan, R. (2026). Deferred prosecution agreements in Indonesian village fund corruption – Balancing legal certainty and public benefit. Journal of Law and Legal Reform, 7(2). https://doi.org/10.15294/jllr.v7i2.33466
Sukawinata, I. G. N. A., Aryana, I. W. P. S., & Dewi, C. I. D. L. (2024). Formulasi asas kerahasiaan intelijen Kejaksaan dalam penyelenggaraan fungsi intelijen penegakan hukum. Vyavahara Duta, 19(2), 101–112. https://doi.org/10.25078/vyavaharaduta.v19i2.3931
Syar, M. N., Razak, A., & Mappaselleng, N. F. (2026). Efektivitas penegakan hukum dalam pencegahan tindak pidana korupsi dana desa di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Jurnal Tana Mana, 7(1). https://doi.org/10.33648/jtm.v7i1.1498
Tuanaya, N., Malik, F., & Amriyanto. (2024). Implementation of the prosecutor’s intelligence authority in investigations of corruption crimes. Jurnal Hukum Volkgeist, 8(2). https://doi.org/10.35326/volkgeist.v8i2.5565
Wahyudi, S., Achmad, T., & Pamungkas, I. D. (2022). Prevention village fund fraud in Indonesia – Moral sensitivity as a moderating variable. Economies, 10(1), 26. https://doi.org/10.3390/economies10010026
Yusuf, B., Rohaya, N., & Abu Bakar, M. Z. (2025). Community legal empowerment and oversight strategies to prevent village fund corruption after the village law revision. Jurnal Dedikasi Hukum, 5(2), 257–280. https://doi.org/10.22219/jdh.v5i2.41207