Transformasi Peran Guru PAI sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran di SMP Negeri 18 Semarang
Main Article Content
Abstract
Paradigma pembelajaran yang berubah mengharuskan guru untuk beralih dari hanya memberi instruksi menjadi fasilitator yang membantu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai fasilitator dipersiapkan dan dilaksanakan di SMP Negeri 18 Semarang. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap guru Pendidikan Agama Islam dan informan pendukung dari pihak sekolah, serta telaah dokumen berupa satu rencana pembelajaran (RPM), satu LKPD, dan satu instrumen asesmen. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa guru melaporkan perencanaan peran fasilitator melalui modul ajar serta tayangan dan alat peraga yang sesuai dengan materi, dengan pelaksanaan melalui apersepsi, pertanyaan pemantik, diskusi, serta bimbingan kelompok dan individu. Informan pendukung melaporkan bahwa pemantauan berfokus pada ketepatan masuk kelas dan bimbingan peserta didik, serta adanya peningkatan partisipasi peserta didik dalam salat Zuhur dan salat Jumat di sekolah di bawah dukungan kepala sekolah. Telaah satu instrumen asesmen menunjukkan 25 butir pilihan ganda yang didominasi level mengingat dan memahami. Keterangan guru menunjukkan pergeseran dari dominasi guru menuju proses yang lebih partisipatif, tetapi temuan ini masih bersifat deskriptif karena observasi kelas, dan data hasil asesmen peserta didik belum tersedia.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman.
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
CAST. (2024). Universal Design for Learning Guidelines version 3.0. https://udlguidelines.cast.org/
Chamami, M. R., Nasikhin, & Saefudin, A. (2022). Development of augmented reality in Islamic religious education as an anti-corruption learning medium. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 20(2), 147–163. https://doi.org/10.21154/cendekia.v20i2.3817
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2020). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. Guilford Press.
Hanila, S., Sutarto, & Sari, D. P. (2025). Peran guru sebagai fasilitator dalam perspektif teori humanistik dalam pembelajaran PAI. Jurnal Literasiologi, 14(3). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v14i3.1055
Hattie, J. (2023). Visible learning: The sequel. Routledge.
Hasan, H., Muharyana, & Komarudin. (2026). Inovasi guru PAI dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa di era Kurikulum Merdeka. Proceedings INDAF, 1(1), 312–317. https://proceedings.indaf.ac.id/index.php/procedaf/article/view/34
Kemendikbudristek. (2022a). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Kemendikbudristek. (2022b). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Mahmudah, I. W., & Chamami, M. R. (2025). Analisis penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1). https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.431
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2007). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. PT Remaja Rosdakarya.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Putri, N. A., Mizani, H., & Djamarah, S. B. (2026). Transformasi desain pembelajaran PAI dari teacher-centered menuju student-centered learning. JIS: Journal Islamic Studies, 4(2). https://doi.org/10.71456/jis.v4i2.2096
Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn. Charles E. Merrill.
Samsudin, A., Fihris, Chamami, M. R., Muthohar, S., & Rohman. (2026). Implementation of the exploratory discovery approach to enhance student creativity in Islamic Religious Education. Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 12–26. https://doi.org/10.38073/jpi.3905
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Schunk, D. H., & DiBenedetto, M. K. (2020). Motivation and social cognitive theory. Contemporary Educational Psychology, 60, 101832. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2019.101832
Sihombing, A. N., Tarigan, M. Q. M., & Pohan, I. S. (2026). Peran guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Maidah. https://jurnal.almaidah.or.id/index.php/TARBIYAH/id/article/view/816
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suwartin, E., Fikriyah, A., Oviyanti, F., & Marlina, L. (2026). Student-centered learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk membentuk karakter Islami peserta didik. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(4), 11646–11655. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i4.19215
Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO.
UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education—A tool on whose terms? UNESCO.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
World Bank. (2020). Realizing the future of learning: From learning poverty to learning for everyone, everywhere. World Bank.
Zainiyati, H. S. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis ICT: Konsep dan aplikasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kencana.