Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga sebagai Aset Lokal melalui Produksi Eco-Enzyme di Desa Rappang Barat

Main Article Content

Fatima R
Ratnasari
Iin Nurul Afni
Imran Riswan
Sandi
Nurudin Zanki

Abstract

Desa Rappang Barat memiliki aset lokal berupa limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Aset tersebut dikembangkan melalui produksi eco-enzyme sebagai bentuk pemanfaatan potensi masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Angkatan VII yang diselenggarakan oleh STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya berupaya menjawab persoalan tersebut melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayur yang masih segar, menjadi Eco Enzyme. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi Eco Enzyme melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny, yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi yang telah dimiliki masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan pendampingan langsung pembuatan Eco Enzyme dengan perbandingan gula merah, limbah organik, dan air sebesar 1:3:10 yang difermentasi selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengubah cara pandang terhadap limbah organik, dari sekadar sampah menjadi aset bernilai guna, serta memperoleh keterampilan baru dalam mengolah Eco Enzyme yang dimanfaatkan sebagai pembersih alami, disinfektan, dan pupuk cair ramah lingkungan. Berbagai kajian ilmiah menegaskan bahwa Eco Enzyme mengandung asam asetat dan enzim aktif bersifat antimikroba sehingga efektif untuk berbagai keperluan rumah tangga dan pertanian. Implikasi kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah organik secara berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset merupakan strategi yang efektif dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis KKN.


 

Article Details

Section

Articles

References

Ahmad, M. (2007). Asset based communities development (ABCD): Tipologi KKN partisipatif UIN Sunan Kalijaga. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 8(2).

Angraeni, M., Azizah, W., & Nurhadi, A. M. (2025). Peran, strategi, dan tantangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah. Advances In Education Journal, 2(3), 2223–2233.

Astuti, A. P., & Maharani, E. T. W. (2020). Perbandingan uji organoleptik pada delapan variabel produk ekoenzim. Jurnal Edusaintek, (4), 393–399.

Azis, F. A. (2025). Pelatihan pakan alternatif berbasis metode Asset Based Community Development (ABCD) sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat peternak sapi. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 241–260. https://doi.org/10.35309/dharma.v5i2.348

Izzati, N., Sarii, R. P., Rahmadani, L. A., Firmansyah, M. N., & Susapti, P. (2024). Pembuatan eco-enzym sebagai alternatif pengolahan limbah rumah tangga bagi masyarakat Desa Sraten. Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas, 1(1), 92–100.

Jelita, R. (2022). Produksi eco enzyme dengan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk menjaga kesehatan masyarakat di era new normal. Jurnal Maitreyawira, 3(1), 28–35. https://doi.org/10.69607/jm.v3i1.49

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). KLHK. https://sipsn.menlhk.go.id

Kusumawati, D. E., & Putri, C. N. (2021). Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga sebagai alternatif desinfektan alami. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, SNPPM2021L-67.

Lestari, S. C., & Halimatussadiah, A. (2022). Kebijakan pengelolaan sampah nasional: Analisis pendorong food waste di tingkat rumah tangga. Jurnal Good Governance.

Mardiana, D. A., Riswati, S. S., & Sagarmatha, E. A. (2023). Pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme sebagai produk serbaguna untuk menjaga kelestarian lingkungan pondok pesantren. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN), 5(2), 102–108.

Nurhamidah, N., Amida, N., Rohiat, S., & Elvinawati, E. (2021). Pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme pada level rumah tangga menuju konsep eco-community. Andromeda: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia, 1(2), 43–46.

Prihatin, Wahyuni, I. D., & Saktiawan, Y. (2025). Efektivitas eco enzyme sebagai desinfektan dalam menurunkan angka kuman pada pembersihan lantai di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 13846–13856. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i3.48613

Ratna, & Khairunnisa. (2026). Daya antiseptik berbagai jenis eco enzyme terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Pendidikan MIPA, 16(3), 1042–1049. https://doi.org/10.37630/jpm.v16i3.4403

Salahuddin, N. (2015). Panduan KKN ABCD: Asset Based Community-Driven Development. LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.

Saraswati, A. R., & Witoyo, J. E. (2024). Eco enzyme sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan pascapanen hortikultura: Tinjauan agribisnis dan teknologi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 31(2), 72–78. https://doi.org/10.55259/jiip.v31i2.35

Selasi, D., Umam, K., & Alfiyanti, D. R. P. (2023). Pendekatan ABCD (Asset Based Community Development): Upaya peningkatan pendapatan keluarga melalui pelatihan pembuatan telur asin di Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Etos: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Tim KKN Kolaboratif Angkatan VII STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya. (2026). Modul program kerja KKN Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. STAIN Majene.

Yanti, R. N., Lestari, I., & Ikhsani, H. (2021). IbM membuat eco enzym dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga di Bank Sampah Berkah Abadi, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur. SNPKM: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 8–13.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.