Analisis Komparatif Penerapan Asas Yurisprudensi pada Sistem Common Law dan Sistem Civil Law dalam Mewujudkan Kepastian Hukum
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis secara komparatif penerapan asas yurisprudensi dalam sistem hukum Common Law dan Civil Law serta implikasinya terhadap kepastian hukum. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perbandingan, konseptual, dan perundang-undangan melalui penelaahan doktrin, peraturan, serta publikasi ilmiah mengenai preseden. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem Common Law menempatkan preseden yang relevan sebagai otoritas hukum melalui doktrin stare decisis, terutama berdasarkan ratio decidendi dan hierarki pengadilan. Sebaliknya, sistem Civil Law menempatkan peraturan tertulis sebagai sumber hukum utama, sementara putusan terdahulu berpengaruh secara persuasif melalui konsistensi yurisprudensi. Perbedaan tersebut tidak berarti bahwa kepastian hukum hanya dapat dicapai melalui salah satu model. Preseden yang mengikat dapat meningkatkan prediktabilitas, tetapi berisiko mempertahankan kekeliruan apabila mekanisme koreksinya lemah. Yurisprudensi persuasif memberi ruang adaptasi, tetapi inkonsistensi putusan dapat mengurangi kepastian. Dalam konteks Indonesia, penguatan publikasi putusan, konsistensi argumentasi hakim, dan kewajiban menjelaskan penyimpangan dari yurisprudensi yang mapan diperlukan untuk menyeimbangkan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Arifin, I. N. (2024). Peran yurisprudensi dalam mewujudkan kepastian hukum di Indonesia: Kajian atas putusan Mahkamah Agung. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan, 2(3), 68–75. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v2i3.1674
Baehaki, K. (2024). Perbandingan penerapan yurisprudensi pada sistem hukum Civil Law dan Common Law antara Indonesia dan Australia. Jurnal Media Hukum, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.59414/jmh.v12i1.635
Butt, S. (2019). Judicial reasoning and review in the Indonesian Supreme Court. Asian Journal of Law and Society, 6(1), 67–97. https://doi.org/10.1017/als.2018.26
Camarena González, R. (2016). From jurisprudence constante to stare decisis: The migration of the doctrine of precedent to civil law constitutionalism. Transnational Legal Theory, 7(2), 257–286. https://doi.org/10.1080/20414005.2016.1205871
Fon, V., & Parisi, F. (2007). Judicial precedents in civil law systems: A dynamic analysis. International Review of Law and Economics, 26(4), 519–535. https://doi.org/10.1016/j.irle.2007.01.005
Hasibuan, H. (2024). Kepastian hukum dalam putusan hakim: Studi terhadap inkonsistensi yurisprudensi Mahkamah Agung. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan, 2(3). https://doi.org/10.59966/yudhistira.v2i3.1670
Jibril, M., Inggarwati, M. P., Pratama, I. W. B. E., Legowo, A. P. S., & Jordi, M. J. (2023). Jurisprudence as a source of law in Indonesia: Lessons from the Common Law. Jurnal Jurisprudence, 13(1), 130–146. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v13i1.1967
Karyono, K., & Hoesein, Z. A. (2025). Sistem peradilan dalam Common Law dan Civil Law. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 2881–2889. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.12813
Lewis, S. (2021). Precedent and the rule of law. Oxford Journal of Legal Studies, 41(4), 873–898. https://doi.org/10.1093/ojls/gqab007
Mullins, R. (2025). Weight and authority in formal models of precedential constraint. Jurisprudence, 16(1), 26–47. https://doi.org/10.1080/20403313.2025.2486422
Ng, G. Y. (2024). De facto precedent at the Court of Justice of the European Union. International Journal of Language & Law, 13, 28–49. https://doi.org/10.14762/jll.2024.028
Nindyatami, P., Dwininditha, R., & Salim, F. A. R. (2024). Implikasi yurisprudensi terhadap kepastian hukum: Studi komparasi sistem hukum Belanda dan hukum Indonesia. Tanjungpura Law Journal, 8(2). https://doi.org/10.26418/tlj.v8i2.72176
Petretta, I. (2021). The question of comparison. The American Journal of Comparative Law, 68(4), 893–928. https://doi.org/10.1093/ajcl/avab003
Pin, A. (2022). Rule of law, legal certainty and the value of precedent. DPCE Online, 50(Special Issue). https://doi.org/10.57660/dpceonline.2021.1489
Simanjuntak, E. (2019). Peran yurisprudensi dalam sistem hukum di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 16(1), 83–104. https://doi.org/10.31078/jk1615
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.