Pencurian dan Perdagangan Ilegal Bahan Nuklir: Harmonisasi Rezim Keamanan Nuklir Internasional dalam Pembaharuan Hukum Ketenaganukliran Indonesia

Main Article Content

Gumilang Fuadi
Windy Virdinia Putri

Abstract

Pencurian dan perdagangan ilegal bahan nuklir untuk penggunaan jahat dan terorisme nuklir merupakan perhatian prioritas tinggi untuk keamanan nuklir di dalam negeri dan internasional. Penelitian ini mengkaji pencurian dan perdagangan ilegal bahan nuklir dalam kaitannya dengan rezim hukum internasional keamanan nuklir dan pengaturannya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian dogmatis (normatif) dengan mengintegrasikan pendekatan perundang-undangan (statute approach) serta pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penanganan dan pencegahan pencurian dan perdagangan ilegal bahan nuklir dalam rezim keamanan nuklir internasional telah diatur dalam berbagai instrumen hukum internasional, pencurian dan perdagangan ilegal bahan nuklir dan sumber radioaktif merupakan salah satu aspek perhatian dalam keamanan nuklir bersama dengan safeguards, proteksi fisik, pengendalian ekspor dan impor, serta terorisme. Pencurian dan perdagangan ilegal dapat muncul ketika langkah-langkah perlindungan fisik dalam keamanan nuklir telah gagal diterapkan. Keamanan nuklir merupakan salah satu dari 4 (empat) pilar hukum nuklir yaitu keselamatan, keamanan, safeguard, dan pertanggungjawaban.  Di sisi yang lain, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran merupakan dasar hukum ketenaganukliran di negara Indonesia, akan tetapi pengaturan keamanan nuklir sebagai upaya pencegahan pencurian dan perdagangan ilegal bahan nuklir belum diatur secara komphrensif sehingga perlu dilakukan pembaharuan terhadap rezim hukum ketenaganukliran di Indonesia.

Article Details

Section

Articles

References

Abbani, B., & Arrehebi, S. (2018). Enhancing of detection and prevention measures of nuclear and radioactive materials in Libya. In International Conference on Security of Radioactive Material The Way Forward for Prevention and Detection. International Atomic Energy Agency.

Albanese, J. S. (2019). Transnational organized crime. International and Transnational Crime and Justice,, 163–68. https://doi.org/10.4324/9781315721460-15

Anggalaksana, B. (2022). Strategi penguatan sinergitas polri dengan kementrian lembaga guna meningkatkan keamanan Nuklir di Indonesia dalam rangka terpeliharanya stabilitas keamanan dalam negeri. Jurnal Ilmu Kepolisian, 16(2), 11. https://doi.org/10.35879/jik.v16i2.354

CNN Indonesia. (2022). Material Nuklir Chernobyl dicuri, ahli risau dijadikan bom untuk teror. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220331083531-199-778246/material-nuklir-chernobyl-dicuri-ahli-risau-dijadikan-bom-untuk-teror

Fajar ND, M., & Yulianto, A. (2007). Dualisme penelitian hukum normatif dan empiris. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Fedchenko, V. (2014). The role of nuclear forensics in nuclear security. Strategic Analysis, 38(2), 230–47. https://doi.org/10.1080/09700161.2014.884442

Fuadi, G., & Ichsan, M. (2022). Liability for nuclear damage: perspectives of international conventions, Indonesian positive law, and Islamic law. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 56(2).

Gaucher, R., Languin, T., & Ducousso, E. (2022). Building a nuclear security regime: questions to be asked. In Nuclear Law The Global Debate. International Atomic Energy Agency.

Ge, D. (2022). Nuclear laws for peaceful uses of nuclear energy. In Nuclear Law The Global Debate. ASSER Press.

Ghimire, L., & Waller, E. (2020). The role of nuclear forensics for determining the origin of nuclear materials out of regulatory control and nuclear security. International Journal of Nuclear Security, 7(1). https://doi.org/10.7290/ijns07xq5m

Grossi, R. M. (2022). Nuclear law: the global debate. In Nuclear Law The Global Debate. ASSER Press.

International Atomic Energy Agency. (1968). Treaty on the non-proliferation of nuclear weapons. https://doi.org/10.4324/9781315753393-46

International Atomic Energy Agency. (1980). The convention on the physical protection of nuclear material.

International Atomic Energy Agency. (1986a). Convention on assistance in the case of a nuclear accident or radiological emergency. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-821319-3.00056-7

International Atomic Energy Agency. (1986b). CONVENTION ON EARLY notification OF A nuclear accident convention ON assistance IN THE CASE OF A nuclear accident OR radiological emergency.

International Atomic Energy Agency. (2004). Code of conduct on the safety and security of radioactive sources.

International Atomic Energy Agency. (2005). Amendment to the convention on the physical protection of nuclear material. https://doi.org/10.2307/2200927

International Atomic Energy Agency. (2007). Combating illicit trafficking in nuclear and other radioactive material. IAEA Nuclear Security Series. http://www-pub.iaea.org/MTCD/publications/PDF/pub1309_web.pdf

International Atomic Energy Agency. (2012). Guidance on the import and export of radioactive sources.

International Atomic Energy Agency. (2023). IAEA releases annual data on illicit trafficking of nuclear and other radioactive material. https://www.iaea.org/newscenter/pressreleases/iaea-releases-annual-data-on-illicit-trafficking-of-nuclear-and-other-radioactive-material

International Conference, International Atomic, & Energy Agency. (2001). Measures to prevent, intercept and respond to illicit uses of nuclear material and radioactive sources. Atomic Energy.

Jumpeno, B. Y. E. B. (2005). Upaya pencegahan terjadinya ‘illicit trafficking’ pada sumber radioaktif. Buletin Alara, 6(3), 157–62.

Khiyavi, A. E., & Shamloo, B. (2018). The globalization of criminal law focuses on organized crime. Amazonia Investiga, 7(12), 215–25. https://www.amazoniainvestiga.info/index.php/amazonia/article/view/593

Kondratov, S. (2019). Illicit trafficking in nuclear and other radioactive materials: separating myths from realities. International Journal of Nuclear Governance, Economy and Ecology, 4(3), 180. https://doi.org/10.1504/ijngee.2019.100632

Le Moal, M. (2020). The architecture of illicit nuclear trafficking. Contemporary Challenges: The Global Crime, Justice and Security Journal 1, no. September, 43–58. https://doi.org/10.2218/ccj.v1.4942

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum edisi revisi. Revisi. Kencana.

Matikas, T. E. (2014). Legal and regulatory framework in the context of prevention of illicit trafficking. IAEA. http://inis.iaea.org/search/search.aspx?orig_q=RN:45045530

Nugraheni, M. W. (2016). Pentingnya pengaturan mengenai keamanan Nuklir dalam suatu Undang-Undang. Seminar Keselamatan Nuklir,, 1–7. https://inis.iaea.org/collection/NCLCollectionStore/_Public/50/022/50022717.pdf

Pemerintah Indonesia. (2000). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang perjanjian internasional (lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 185). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/44991/uu-no-24-tahun-2000

Pemerintah Republik Indonesia. (1978). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1978 tentang pengesahan perjanjian mengenai pencegahan penyebaran senjata-senjata Nuklir.

Pemerintah Republik Indonesia. (1986). Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 1986 tentang pengesahan convention on the physical protection of nuclear material.

Pemerintah Republik Indonesia. (1993a). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 1993 tentang pengesahan convention on assistance in the case of A nuclear accident or radiological emergency.

Pemerintah Republik Indonesia. (1993b). Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pengesahan convention on early notification of A nuclear accident.

Pemerintah Republik Indonesia. (1997). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran.

Pemerintah Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang pengesahan international convention for the suppression of terrorist bombings.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang pengesahan amendment to the convention on the physical protection of nuclear material.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2014 tentang pengesahan convention on suppression of acts of nuclear terrorism.

Poernomo, M., et al. (2013). Analisis dan evaluasi peraturan perundang-undangan tentang ketenaganukliran. Kemenkumham, 1(1), 1–85.

Sanyoto, A. (2012). Strategi pengawasan sumber radioaktif orphan source. In Seminar Keselamatan Nuklir, 282–90.

Stoiber, C., Baer, A., Pelzer, N., & Tonhauser, W. (2003). Handbook on nuclear law. IAEA.

Stoiber, C., Cherf, A., Tonhauser, W., & Carmona, M. de L. V. (2010). Handbook on nuclear law implementing legislation. International Atomic Energy Agency.

United Nations. (2001a). International convention for the suppession of terrorist bombings.

United Nations. (2001b). United Nations security council resolution 1373. https://doi.org/10.4324/9781315170657-71

United Nations. (2004). United Nations security council resolution 1540.

United Nations. (n.d.). International convention FOR THE suppression OF ACTS OF nuclear terrorism.

Volodymyr, N. (2021). Combating illegal movement of radioactive materials and objects across the state border of Ukraine. Nuclear and Radiation Safety, 1(89), 30–35. https://doi.org/10.32918/nrs.2021.1(89).04

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.