Konstruksi Kebenaran Hukum dan Keadilan dalam Fenomena Trial by Social Media
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini telah mengkaji konstruksi kebenaran hukum dan relasinya dengan keadilan dalam fenomena trial by social media. Permasalahan penelitian berangkat dari terbentuknya penilaian publik mengenai benar, salah, dan adil sebelum proses hukum selesai. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan konseptual dan filosofis. Analisis telah menggunakan teori kebenaran korespondensi, koherensi, dan pragmatik serta pemikiran Gustav Radbruch mengenai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kebenaran yang terbentuk melalui viralitas dan penerimaan publik tidak dapat disamakan dengan kebenaran hukum karena keduanya menggunakan mekanisme pengujian yang berbeda. Media sosial telah memberikan manfaat sebagai ruang partisipasi, pengawasan, dan dorongan terhadap respons penegakan hukum, tetapi penghakiman publik berpotensi menekan independensi proses hukum dan perlindungan hak para pihak. Penelitian ini telah menyimpulkan bahwa media sosial perlu ditempatkan sebagai sarana kontrol sosial tanpa menggantikan mekanisme hukum dalam menentukan kebenaran dan keadilan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agista, N. P., Waroka, C. C., Ramadhan, R. C., Khumairah, R. T., Atmaja, A. T., Rahma, A. G., Muminda, B. P., & Bemantoro, N. H. P. (2026). Normalisasi “Trial by Social Media” dan implikasinya terhadap sistem hukum Indonesia. Jurnal Majemuk, 5(2), 1880–1892.
Azkiya, A. Z., Sauri, D. A., & Damayanti, S. (2025). No viral no justice: Tekanan media sosial dan independensi peradilan dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(1), 239–244. https://doi.org/10.62379/tmgtme16
Capps, J. (2023). The pragmatic theory of truth. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford encyclopedia of philosophy (Summer 2023 ed.). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Prenadamedia Group.
Firdaus, Z., Ghozali, A. N., Annisa, M., Sahar, R. L., & Sarman, S. (2026). Pergeseran otoritas penegakan hukum melalui trial by mob digital di Indonesia: Analisis sosiologi hukum dan filsafat keadilan. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 2(2), 765–783. https://doi.org/10.63822/c3fkz983
Glanzberg, M. (2025). Truth. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford encyclopedia of philosophy (Fall 2025 ed.). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
Jalli, N. (2025). Viral justice: TikTok activism, misinformation, and the fight for social change in Southeast Asia. Social Media + Society, 11(1). https://doi.org/10.1177/20563051251318122
Manulang, B., Azzahra, I., Widowati, S., Asy-Syifa, G. R., & Kamal, U. (2025). Rekonstruksi keadilan substantif di era digital melalui mitigasi legal gap menanggapi fenomena No Viral No Justice di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(12.B), 300–310.
Novianti, L., & Muhasanah, R. (2026). Trial by social media: An analysis of human rights violations and injustice in the phenomenon of public trials. Human Rights et Justicia, 1(2), 96–105. https://doi.org/10.70742/hrj.v1i2.591
Panggabean, R. P., Wajongkere, H., & Karsono, P. H. (2025). Fenomena “No Viral No Justice” dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(8), 5089–5100. https://doi.org/10.56338/jks.v8i8.8352
Pratama, M. R., Utami, D. Y., & Aji, K. P. (2025). Krisis legitimasi hukum: Analisis kritis fenomena No Viral No Justice dan dampaknya terhadap supremasi hukum di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 233–243. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.29883
Radbruch, G. (2006). Five minutes of legal philosophy (B. L. Paulson & S. L. Paulson, Trans.). Oxford Journal of Legal Studies, 26(1), 13–15. https://doi.org/10.1093/ojls/gqi042
Rahman, K., Suryoutomo, M., & Islam, M. S. (2025). Pengaruh opini publik di media sosial terhadap independensi hakim dalam memutus suatu perkara (Perspektif rule of law dan rule of ethics). Jurnal JURISTIC, 6(2), 132–144. https://doi.org/10.56444/jrs.v6i02.6499
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Rifa’i, I. J., Purwoto, A., Ramadhani, M., Muksalmina, Rusydi, M. T., Harahap, N. K., Mardiyanto, I., Churniawan, E., Junaedi, M., Agustiwi, A., Saragih, G. M., Bariah, C., & Surasa, A. (2023). Metodologi penelitian hukum. Sada Kurnia Pustaka.
Runturambi, A. J. S., Aswindo, M., & Meiyani, E. (2024). No viral no justice: A criminological review of social media-based law enforcement from the perspective of progressive law. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 12(1), 177–195. https://doi.org/10.29303/ius.v12i1.1361
Seke, K. W. A., & Mulyadi, C. (2025). Peran media sosial dalam respons penegakan hukum atas fenomena “No Viral, No Justice” berdasarkan perspektif sosiologi hukum. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 6(2), 95–109. https://doi.org/10.24198/jppm.v6i2.72126
Sugiman, S., Phen, S., Kresnowati, K., Putri, S. P., & Rury, A. S. (2025). Budaya viral dan keadilan instan: Kajian sosiologi dan filsafat hukum atas fenomena trial by social media di Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 38164–38171. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.6205
Tanjung, I., & Suriyati, C. (2025). The trial by social media phenomenon: Its implications on judges’ conviction and the protection of judicial independence. International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects), 6(2), 694–708. https://doi.org/10.53695/injects.v6i2.1661
Ulfah, H. (2025). Fenomena No Viral No Justice di Indonesia (Analisis Wacana). Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 398–411. https://doi.org/10.30596/interaksi.v9i2.23107
Willson, W. C. H., Ekaputra, M., & Sutiarnoto. (2026). Fenomena trial by social media terhadap asas praduga tak bersalah dikaitkan pada prinsip due process of law dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga, 18(3), 59–77. https://doi.org/10.20414/alihkam.v18i3.15897
Young, J. O. (2026). The coherence theory of truth. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford encyclopedia of philosophy (Spring 2026 ed.). Metaphysics Research Lab, Stanford University.