Komunikasi Bisnis Desa Wisata Berbasis Adat: Tinjauan Literatur Integratif atas Praktik Komunikasi di Desa Penglipuran, Bali
Main Article Content
Abstract
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, dikenal luas sebagai model desa wisata berbasis masyarakat, tetapi kajian mengenai praktik komunikasi bisnis yang menopang keberhasilannya masih tersebar di berbagai disiplin. Artikel ini bertujuan menyintesis literatur mengenai komunikasi bisnis Desa Penglipuran dan merumuskan kerangka konseptual bagi penelitian lanjutan. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap tiga belas publikasi ilmiah tentang Desa Penglipuran yang terbit pada 2017–2026, dilengkapi data sekunder resmi mengenai kunjungan wisatawan dan pengakuan internasional. Data dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komunikasi bisnis Desa Penglipuran berlangsung pada empat lapis yang saling terkait, yaitu komunikasi kelembagaan berbasis adat, komunikasi pemasaran dan place branding, komunikasi digital, serta komunikasi transaksional antara pelaku usaha dan wisatawan. Kekuatan utamanya terletak pada konsistensi antara identitas budaya yang dihidupi warga dan pesan yang disampaikan kepada pasar. Kelemahannya meliputi ketergantungan pada promosi dari mulut ke mulut, kesenjangan kapasitas digital pelaku usaha mikro, inkonsistensi pengalaman produk, dan tekanan kepadatan kunjungan. Artikel ini merekomendasikan tata kelola komunikasi terpadu yang menempatkan adat sebagai sumber pesan sekaligus mekanisme kendali.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Adi, I. N. R., Utama, M. S., Budhi, M. K. S., & Purbadharmaja, I. B. P. (2017). The role of government in community based tourism and sustainable tourism development at Penglipuran Traditional Village–Bali. IOSR Journal of Humanities and Social Science, 22(6), 15–20. https://doi.org/10.9790/0837-2206131520
Andriyani, A. A. A. D., & Ardiantari, I. A. P. G. (2023). Tindak tutur pada interaksi penjual dan pembeli di warung tradisional Desa Penglipuran. Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan, 15(1), 153–165. https://journal.unipdu.ac.id/index.php/diglosia/article/view/4048
ANTARA. (2025, 4 Januari). Desa Penglipuran tembus sejuta kunjungan sepanjang 2024. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4563982/desa-penglipuran-tembus-sejuta-kunjungan-sepanjang-2024
Astara, I. W. W., Budiartha, I. N. P., Wesna, P. A. S., Selamet, I. K., & Wijaya, I. K. M. (2023). Penglipuran Tourism Village, Kubu Village, Bangli District, Bali in maintaining Bali local wisdom values. Journal of Legal and Cultural Analytics, 2(3), 175–190. https://doi.org/10.55927/jlca.v2i3.5804
Asteya, P. G., & Pamungkas, I. N. A. (2017). Strategi komunikasi pemasaran Desa Penglipuran Bali sebagai upaya branding dalam peningkatan bisnis pariwisata. e-Proceeding of Management, 4(3), 3310–3329. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/5112
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Briliyanti, A. (2021). Community-based tourism development and its effects on the local community: The case of Penglipuran Village, Indonesia [Tesis magister, Michigan State University]. https://d.lib.msu.edu/etd/49720
Fitriyani, L. R., & Rachmawati, D. (2023). Sosialisasi digital marketing dan penggunaan pembayaran digital bagi UMKM Desa Penglipuran, Bangli, Bali. Journal of SERVITE, 5(1), 13–21. https://journal.lspr.edu/index.php/servite/article/download/507/229/1906
Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart tourism: Foundations and developments. Electronic Markets, 25(3), 179–188. https://doi.org/10.1007/s12525-015-0196-8
Jamal, T. B., & Getz, D. (1995). Collaboration theory and community tourism planning. Annals of Tourism Research, 22(1), 186–204. https://doi.org/10.1016/0160-7383(94)00067-3
Jatengnews.id. (2026, 29 Juli). Melihat dari dekat Desa Penglipuran: Berawal dari komitmen melestarikan budaya dan pariwisata kelas dunia. https://www.jatengnews.id/2026/07/29/melihat-dari-dekat-desa-penglipuran-berawal-dari-komitmen-melestarikan-budaya-dan-pariwisata-kelas-dunia/
Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2013). The dynamics of place brands: An identity-based approach to place branding theory. Marketing Theory, 13(1), 69–86. https://doi.org/10.1177/1470593112467268
Kurnaz, A. (2026). Managing overtourism in historical villages and sustainable strategies: A comparative study on Cumalıkızık and Penglipuran. Dalam V. C. Sharma, S. Dua, P. K. Tyagi, & E. Tarsi (Ed.), Architectural vision of overtourism (hlm. 33–55). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-96-5794-0_3
Litvin, S. W., Goldsmith, R. E., & Pan, B. (2008). Electronic word-of-mouth in hospitality and tourism management. Tourism Management, 29(3), 458–468. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2007.05.011
Moscardo, G. (2020). Stories and design in tourism. Annals of Tourism Research, 83, 102950. https://doi.org/10.1016/j.annals.2020.102950
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Pradnyantara, I. K. E., & Lestari, N. P. N. E. (2021). Implementation of community based tourism concept in sustainable tourism management in Penglipuran Village. Enrichment: Journal of Management, 11(2), 491–495. https://doi.org/10.35335/enrichment.v11i2.131
Pratama, D. P., Maryani, I. K., Oktavia, K. R., Asmarani, H. M. P., Hidayah, F., Khotimah, K., & Virgiawan, D. B. (2025). Strategi masyarakat lokal dalam mengelola pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Penglipuran. Jurnal Kajian Pariwisata, 7(2). https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/JIIP/article/view/2080
Putra, I. N. S. A., Susila, I. M. G. D., & Udiana, I. B. G. P. (2022). Promosi desa wisata Penglipuran melalui pendekatan digitalisasi pada masa pandemi: Sebuah studi literatur. Jurnal Pariwisata Indonesia, 18(1), 38–51. https://jurnal.stpsahidsurakarta.ac.id/index.php/JPI/article/view/275
Putra, N. P. (2020). Pemberdayaan masyarakat pada kelompok usaha loloh cemcem di Desa Penglipuran Kabupaten Bangli. International Journal of Community Service Learning, 4(4), 304–313. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v4i4.29680
Sarifah, C. A., Prabowo, E. H., & Lestari, U. P. (2025). Strategi branding wisata berbasis pelestarian budaya tradisional Desa Penglipuran melalui produk loloh cemcem. Equilibria Pendidikan: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi, 10(2). https://journal.upgris.ac.id/index.php/equilibriapendidikan/article/download/24759/pdf
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
UN Tourism. (2023). Penglipuran – Best Tourism Villages. https://tourism-villages.unwto.org/en/villages/penglipuran/
Wolor, C. W., Musyaffi, A. M., Suhud, U., & Nurkhin, A. (2023). Social capital and community development of Penglipuran Bali Tourism Village. Humanities, Arts and Social Sciences Studies, 23(2), 308–315. https://doi.org/10.14456/hasss.2023.28