Menguatkan Perlindungan Masyarakat terhadap Keputusan Administratif Pemerintah yang Merugikan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini telah menganalisis konstruksi perlindungan hukum bagi masyarakat yang dirugikan oleh keputusan pemerintah dalam sistem hukum administrasi Indonesia. Permasalahan berangkat dari sifat sepihak keputusan administratif yang dapat langsung memengaruhi kedudukan hukum masyarakat, sementara mekanisme perlindungan masih tersebar antara standar pembentukan keputusan, upaya administratif, dan kontrol peradilan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual terhadap Undang-Undang Administrasi Pemerintahan, Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara, serta peraturan Mahkamah Agung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan yang efektif perlu dibangun sebagai satu rangkaian tiga lapis: perlindungan preventif melalui legalitas dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, koreksi internal melalui keberatan dan banding administratif, serta perlindungan represif melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Kelemahan utama bukan ketiadaan instrumen, melainkan fragmentasi norma, ketidakjelasan akses, dan efektivitas pelaksanaan putusan. Artikel ini menawarkan model integratif agar perlindungan hukum tidak hanya berorientasi pada pembatalan keputusan, tetapi juga pada pencegahan kerugian dan pemulihan hak masyarakat.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Aritonang, D. M., Trilestari, E. W., & Gedeona, H. T. (2025). The influences of post-enactment of Government Administration Act on the conception of administrative decisions in Indonesia. SAGE Open, 15(3), 1–15. https://doi.org/10.1177/21582440251356782
Asimah, D., & Erliyana, A. (2025). The concept and legal protection regarding government administrative actions in the form of not performing concrete actions (omission). Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 13(3), 708–733. https://doi.org/10.29303/ius.v13i3.1520
Desiana, W., Abdussamad, Z., & Rahim, E. (2026). Reconstructing administrative remedies from the perspective of administrative justice principles and legal certainty. Journal of Public Representative and Society Provision, 6(1), 256–274. https://doi.org/10.55885/jprsp.v6i1.841
Iskatrinah. (2020). Pergeseran kompetensi Peradilan Tata Usaha Negara pasca diundangkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Ke masyarakatnegaraan, 2(1). https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v2i1.137
Kartabrata, F. R., Ernawan, M. E., & Dwinanda, I. A. (2025). Harmonizing the administrative court legal system to ensure legal certainty in the administrative lawsuit time limit. LITIGASI, 26(2), 1–36. https://doi.org/10.23969/litigasi.v26i2.26164
Kau, P. (2025). The role of the Administrative Court in protecting citizens' rights from harmful administrative actions. Estudiante Law Journal, 7(2), 331–343. https://doi.org/10.33756/eslaj.v7i2.31023
Laksito, F. X. H. B. (2023). Policy discrimination against the minority group of flows of believers citizens in Indonesia: An administrative justice perspective. Journal of Law, Environmental and Justice, 1(1), 36–49. https://doi.org/10.62264/jlej.v1i1.5
Laksito, F. X. H. B., & Bawono, A. (2024). The urgency of establishing an environmental court in resolving environmental cases in Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 11(2), 1–11. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v11i2.5468
Laksito, F. X. H. B., Bawono, A., & Ikrimah, A. (2024). Reducing community participation in the preparation of environmental impact assessments (EIA): Evidence from Indonesia. Journal of Law, Environmental and Justice, 2(2), 137–161. https://doi.org/10.62264/jlej.v2i2.101
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2018). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administratif.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Tindakan Pemerintahan dan Kewenangan Mengadili Perbuatan Melanggar Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad).
Masbait, P. J., Salmon, H., & Pattipawae, D. R. (2025). Legal force of administrative remedies in the settlement of state administrative disputes. Rechtsidee, 13(2). https://doi.org/10.21070/jihr.v13i2.1082
Mokodompis, G. M., & Rumokoy, D. (2026). Penerapan diskresi dalam rangka kepastian hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Lex Crimen, 14(5).
Noor, H. J., Afkar, K., & Glaser, H. (2021). Application of sanctions against state administrative officials failing to implement Administrative Court decisions. Bestuur, 9(1), 53–67. https://doi.org/10.20961/bestuur.v9i1.49686
Putra, H. P. (2020). Penilaian terhadap batal atau tidak sahnya suatu keputusan dan/atau tindakan administrasi pemerintahan. Jurnal Hukum Peratun, 3(1), 35–50. https://doi.org/10.25216/peratun.312020.35-50
Republik Indonesia. (1986). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Safitri, E. D., & Sa’adah, N. (2021). Penerapan upaya administratif dalam sengketa tata usaha negara. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 3(1), 34–45. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i1.34-45
Sudiarawan, K. A., Karunian, A. Y., Mangku, D. G. S., & Hermanto, B. (2022). Discourses on citizen lawsuit as administrative dispute object: Government Administration Law vs. Administrative Court Law. Journal of Indonesian Legal Studies, 7(2), 499–536. https://doi.org/10.15294/jils.v7i2.60166
Sudiarawan, K. A., Wairocana, I. G. N., & Hermanto, B. (2020). Are there obstacles after the Administrative Court absolute competence extension of Indonesia? Varia Justicia, 16(2), 156–169. https://doi.org/10.31603/variajusticia.v16i2.3590
Turam, S. R., Ahmad, A., Maimun, A. Y., & Akbar, M. R. A. (2024). Administrative efforts as a prerequisite for a lawsuit at the State Administrative Court. Indonesian Journal of Law and Policy Studies, 5(2), 86–92. https://doi.org/10.31000/ijlp.v5i2.15961
Wairocana, I. G. N., Sudiarta, I. K., Layang, I. W. B. S., Sudiarawan, K. A., & Pramana, I. G. P. (2019). The expansion of administrative decision meaning based on Government Administration Law: A dispute submission process approach. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 8(1), 13–33. https://doi.org/10.24843/JMHU.2019.v08.i01.p02
Wuisang, A., & Nugraha, R. S. (2023). Problematika perluasan makna keputusan administrasi negara pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. PALAR (Pakuan Law Review), 9(2), 77–92.