Juridical Analysis of Sustainable Food Agricultural Land Protection Policy in Controlling Land Conversion and Its Impact on the Agribusiness Sector
Main Article Content
Abstract
Agricultural land conversion has become a legal and economic challenge that affects food security and the sustainability of the agribusiness sector. This study aimed to analyze the juridical aspects of Sustainable Food Agricultural Land Protection (LP2B) policy in controlling land conversion and examining its impacts on agribusiness sustainability. This research used a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The study analyzed legal regulations, legal principles, and relevant academic literature related to agricultural land protection. The findings showed that LP2B policy had provided a legal framework through land designation, conversion control mechanisms, incentives, and institutional arrangements. However, the effectiveness of LP2B implementation was still influenced by regulatory synchronization, institutional capacity, and supervision mechanisms. The study also found that agricultural land protection had a significant relationship with agribusiness sustainability because land availability determined production continuity, farmers’ economic stability, and agricultural development. This research emphasized that LP2B should be implemented as an integrated legal instrument connecting agrarian protection, spatial governance, and agricultural economic sustainability.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Arizona, Y. (2011). Perkembangan konstitusionalitas penguasaan negara atas sumber daya alam dalam putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 8(3), 257–314. https://doi.org/10.31078/jk833
Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.
Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 149.
Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 2.
Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 19.
Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 46.
Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 55.
Kurniawan, D., & Windryanto, T. (2017). Implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. PARADIGMA: Jurnal Ilmu Administrasi, 3(2). https://doi.org/10.65124/prdm.v3i2.52
Mokoginta, M., Bahuwa, K., Taslim, I., & Djibran, M. M. (2024). Analisis kebijakan insentif dalam perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Agribisnis, 26(2).
Nababan, N. F., & Anggusti, M. (2025). Pengakuan wilayah adat dalam perspektif hukum: Perbandingan masyarakat adat dengan dan tanpa SK pemerintah kabupaten serta urgensi RUU Masyarakat Adat. Hukum dan Masyarakat Madani, 15(2), 283–298. https://doi.org/10.26623/humani.v15i2.13078
Pitaloka, E. D. A. (2020). Kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam dimensi politik hukum penataan ruang. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 8(1). https://doi.org/10.29303/ius.v8i1.718
Pradipta, F. T. D. (2025). Nagari dan desa dalam otonomi desa: Sebuah perspektif komparatif. Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau, 5(2), 113–124.
Pradipta, F. T. D. (2026). Problematika pengakuan tanah ulayat masyarakat Minangkabau dalam perspektif hukum administrasi negara serta disharmonisasi regulasi. BELEID: Journal of Administrative Law and Public Policy, 4(1).
Pradipta, F. T. D., Risqilah, A. I. U., Natasya, D., Ansyari, I., & Saputra, A. (2026). Dialektika politik hukum dalam pembentukan RUU Masyarakat Adat di Indonesia antara rekognisi dan kepentingan negara. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 2273–2287. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.724
Republic of Indonesia. (1945). The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.
Santoso, U. (2021). Hukum agraria: Kajian komprehensif. Kencana.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Sutedi, A. (2020). Hukum pertanahan. Sinar Grafika.
Umanailo, M. C. B., Umanailo, A. R., & Umanailo, A. D. S. (2020). Naskah akademik rancangan peraturan daerah tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. ResearchGate.
Wibisana, N. A., Lema Udjan, B. G., & Solfian, S. (2024). Perlindungan masyarakat hukum adat dalam bentuk pengakuan masyarakat adat: Studi kasus masyarakat eks Desa Sendi, Pacet-Mojokerto. Sapientia et Virtus, 9(1), 385–397. https://doi.org/10.37477/sev.v9i1.441
Wibowo, B. A. (2025). Tinjauan HAM pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024: Penetapan kawasan konservasi dan areal preservasi tanpa free, prior, and informed consent masyarakat adat. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 10(2), 289–318. https://doi.org/10.38011/jhli.v10i2.873