Konvergensi Sistem Hukum Civil Law dan Common Law serta Implikasinya bagi Transformasi Peradilan di Indonesia

Main Article Content

Romilda Daniel
Nur Fadhilah Mappaselleng

Abstract

Dikotomi klasik antara tradisi Civil Law dan Common Law semakin kabur seiring globalisasi, integrasi regional, dan praktik transplantasi hukum. Penelitian ini menganalisis bentuk konvergensi kedua tradisi pada tiga aspek, yaitu sumber hukum, kedudukan putusan hakim, dan model proses peradilan, serta implikasinya bagi Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perbandingan, konseptual, historis, perundang-undangan, dan kasus, termasuk telaah atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014, 46/PUU-VIII/2010, dan 35/PUU-X/2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua tradisi saling mendekat tanpa melebur: Civil Law makin menghargai yurisprudensi dan mengadopsi unsur adversarial, sedangkan Common Law makin bertumpu pada perundang-undangan dan penafsiran teleologis. Dalam praktik Indonesia, hakim konstitusi makin berperan sebagai pembentuk norma, tetapi efektivitas putusannya tetap bergantung pada tindak lanjut legislatif dan administratif. Penguatan yurisprudensi Mahkamah Agung, adopsi unsur adversarial secara selektif dalam hukum acara pidana yang baru, dan pengelolaan pluralisme hukum diperlukan agar konvergensi memperkuat, bukan mengaburkan, karakter sistem hukum nasional.

Article Details

Section

Articles

References

Badan Keahlian DPR RI. (2025). Hutan adat dalam skema perhutanan sosial. Info Singkat, 17(19). https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVII-19-I-P3DI-Oktober-2025-189.pdf

Choiruddin, R. R., Jaya, N. S. P., & Sukinta. (2016). Tinjauan yuridis penetapan status tersangka sebagai perluasan objek praperadilan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014. Diponegoro Law Journal, 5(2). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/10860

Damaška, M. R. (1986). The faces of justice and state authority: A comparative approach to the legal process. Yale University Press.

David, R., & Brierley, J. E. C. (1985). Major legal systems in the world today (3rd ed.). Stevens & Sons.

Glenn, H. P. (2014). Legal traditions of the world: Sustainable diversity in law (5th ed.). Oxford University Press.

Hamzani, A. I. (2015). Nasab anak luar kawin pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Jurnal Konstitusi, 12(1).

Hukumonline. (2018). Pentingnya yurisprudensi di mata Ketua MA Belanda. https://www.hukumonline.com/berita/a/pentingnya-yurisprudensi-di-mata-ketua-ma-belanda-lt5c0a29fbf0de1/

JPNN.com. (t.t.). Wow! Jaksa cuekin putusan MK. https://www.jpnn.com/news/wow-jaksa-cuekin-putusan-mk

Langer, M. (2004). From legal transplants to legal translations: The globalization of plea bargaining and the Americanization thesis in criminal procedure. Harvard International Law Journal, 45(1), 1–64.

Legrand, P. (1996). European legal systems are not converging. International and Comparative Law Quarterly, 45(1), 52–81.

Legrand, P. (1997). The impossibility of “legal transplants”. Maastricht Journal of European and Comparative Law, 4(2), 111–124.

MARINews. (t.t.). WKMA Yudisial: Tidak semua putusan MA itu yurisprudensi. Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://marinews.mahkamahagung.go.id/berita/wkma-yudisial-tidak-semua-putusan-ma-itu-yurisprudensi-0Hq

Markesinis, B. S. (Ed.). (1994). The gradual convergence: Foreign ideas, foreign influences, and English law on the eve of the 21st century. Clarendon Press.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.

Merryman, J. H., & Pérez-Perdomo, R. (2019). The civil law tradition: An introduction to the legal systems of Europe and Latin America (4th ed.). Stanford University Press.

Shidarta. (2018, Juli). Yurisprudensi dan putusan “landmark”. Business Law BINUS University. https://business-law.binus.ac.id/2018/07/07/yurisprudensi-dan-putusan-landmark/

Simanjuntak, E. (2019). Peran yurisprudensi dalam sistem hukum di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 16(1), 83–104. https://doi.org/10.31078/jk1615

Teubner, G. (1998). Legal irritants: Good faith in British law or how unifying law ends up in new divergences. The Modern Law Review, 61(1), 11–32.

Watson, A. (1993). Legal transplants: An approach to comparative law (2nd ed.). University of Georgia Press.

Zweigert, K., & Kötz, H. (1998). An introduction to comparative law (T. Weir, Trans.; 3rd ed.). Clarendon Press.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 142/KMA/SK/IX/2011 dan Nomor 213/KMA/SK/XII/2014 tentang Pedoman Penerapan Sistem Kamar di Mahkamah Agung.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 144/Pid/1983/PT Mdn.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.