Akomodasi Komunikasi Antarbudaya Petugas Bea Cukai dalam Interaksi dengan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta
Main Article Content
Abstract
Interaksi antara petugas Bea Cukai dengan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta merupakan bentuk komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan bahasa, budaya, dan pemaknaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk akomodasi komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai dalam interaksi dengan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa dalam proses pelayanan dapat menimbulkan hambatan komunikasi, sehingga diperlukan penyesuaian cara berkomunikasi agar pesan dapat dipahami secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta menggunakan Communication Accommodation Theory (CAT) dari Howard Giles sebagai landasan analisis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas Bea Cukai melakukan akomodasi komunikasi melalui penyesuaian penggunaan bahasa, cara penyampaian informasi, serta komunikasi verbal dan nonverbal dalam menghadapi penumpang internasional. Proses penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengurangi kesalahpahaman dan menciptakan pelayanan yang lebih efektif. Namun, masih terdapat hambatan berupa perbedaan bahasa dan pemaknaan pesan dalam interaksi antarbudaya.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Andini, S. T., Fajarina, F., & Siregar, B. (2023). STRATEGI AKOMODASI KOMUNIKASI ANTAR-BUDAYA KARYAWAN ETNIS JAWA-BETAWI DI LINGKUNGAN SUSHI TEI SUDIRMAN:[Inter-cultural Communication Accommodation Strategies of Javanese-Betawi Ethnic Employees in Sushi Tei Sudirman]. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1).
Bayuaji, W. S., & Puspitasari. (2024). Kerjasama Kelembagaan Antara BP2MI dan Ditjen Imigrasi dalam Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural di Bandara Soekarno Hatta. Syntax Admiration, 5(10), 4011–4023. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i10.1668
Fadhillah, A. S., Rahmaniah, M., Putri, S. D., Febrian, M. D., Prakoso, M. C., & Nurlaela, R. S. (2024). Sistem pengambilan contoh dalam metode penelitian. Karimah Tauhid, 3(6), 7228-7237.
Giles, H. (2016). Communication Accommodation Theory : negotiating personal relationships and social identities across contexts (H. Giles (Ed.)). Cambridge University Press.
Hadi, S. (2010). Pemeriksaan Keabsahan Data Penelitian Kualitatif Pada Skripsi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21–22.
Hardiyansyah. (2015). Komunikasi Pelayanan Publik Konsep dan Aplikasi. PENERBIT GAVA MEDIA.
Hariyanto, D. (2021). Buku Ajar Pengantar Ilmu Komunikasi (F. A. Darma & D. M. Utomo (Eds.)). UMSIDA PRESS.
Hariyati, F. (2020). Strategi akomodasi komunikasi mahasiswa asing dalam interaksi antarbudaya (Studi pada mahasiswa Thailand Selatan di UHAMKA). Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(01), 1-15.
Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi. Jurnal At-Taqaddum, 8(1), 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
Hernawan, W., & Pienrasmi, H. (2021). Komunikasi Antarbudaya (Sikap Sosial dalam Komunikasi Antaretnis) (H. Basri (Ed.)). Pusaka Media.
Hoirunnisa, & Septiani, A. (2024). Kasus Alat Belajar SLB, Bea Cukai Sebut karena Faktor Miskomunikasi. KBR. https://kbr.id/articles/indeks/kasus-alat-belajar-slb-bea-cukai-sebut-karena-faktor-miskomunikasi
Irfan, A. A. F. N. (2024). Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno Hatta 2024. GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/jumlah-penumpang-pesawat-di-bandara-soekarno-hatta-2024-kcoff
Kusumawati, T. I. (2016). Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 6(2), 16. https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v6i2.6618
Mubarok, F. (2024). Bea Cukai soal Banyak Dikomplain Masyarakat: Miskomunikasi. Tirto.Id. https://tirto.id/bea-cukai-soal-banyak-dikomplain-masyarakat-miskomunikasi-gYqZ
Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi Antarbudaya dalam Perspektif Antropologi. JURNAL MANAJEMEN KOMUNIKASI, 1(1), 113–124. https://doi.org/10.24198/jmk.v1i1.10064
Mudrik, N., Enji, Z., & Fawwaz, I. (2024). Komunikasi Lintas Budaya : Konsep , Tantangan , Dan Strategi Pengembangannya. Selasar KPI : Referensi Media Komunikasi Dan Dakwah, 4(2), 168–181.
Mumtaz, N. F., Widiyanarti, T., Pratiwi, E. E., Deswita, D., & Purwanto, E. (2024). Strategi Komunikasi Lintas Budaya. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(4), 1–6. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i4.98
Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif (M. Albina (Ed.)). Harfa Creative.
Nurdin, A., Moefad, A. M., Zubaidi, A. N., & Harianto, R. (2013). Pengantar Ilmu Komunikasi (A. Fauzi (Ed.)). IAIN Sunan Ampel Press.
Nurfajriani, W. V., Wahyu, M., Arivan, I., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Panuju, R. (2018). Pengantar Studi (ILMU) Komunikasi sebagai Kegiatan Komunikasi sebagai Ilmu (Edisi Pert). PRENADAMEDIA GROUP.
Pengertian, Peran, dan Fungsi Bandar Udara. (n.d.). Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perhubungan Bandar Udara. https://hubud.kemenhub.go.id/hubud/website/bandara
Prabawa, E., Widjayanto, J., Ali, Y., & Saragih, H. (2022). Strategi Komunikasi Antar Budaya Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) di Papua. Jurnal Riset Komunikasi, 5(Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022), 113–126. https://doi.org/10.38194/jurkom.v5i1.479
Rahmadana, M. F., Mawati, A. T., Siagian, N., Perangin-angin, M. A., Refelino, J., Siagian, V., Nugraha, N. A., Manullang, S. O., Silalahi, M., Yendrianof, D., Sari, A. P., Supriadi, M. N., Happy, M., Sari, N., & Bahri, S. (2020). Pelayanan Publik (J. Simarmata (Ed.)). Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. PENERBIT ALFABETA BANDUNG.
Suheri. (2019). Akomodasi Komunikasi. Network Media, 2(1), 40–48. https://doi.org/10.46576/jnm.v2i1.447
Sumarto. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya “Aspek Sistem Religi, Bahasa, Pengetahuan, Sosial, Keseninan dan Teknologi.” 1(2), 144–159.
Suryani, W. (2012). Komunikasi Antarbudaya: Berbagi Budaya Berbagi Makna. Jurnal Farabi, 10(1), 1–14.
Tugas Pokok dan Fungsi Bea Cukai. (n.d.). Kementerian Keuangan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. https://soetta.beacukai.go.id/mandatory/tugas-pokok-dan-fungsi.html
West, R., & Turner, L. H. (2019). Introducing Communication Theory (Sixth edit). McGraw-Hill Education.
Widiastuti, T. (2013). Teori Komunikasi 2 (A. Fortunisa (Ed.)). Penerbit Universitas Bakrie.
Widiyanarti, T., Fadianti, C. A., Yunandar, F., Ningsih, F. S., & Aji, J. F. (2024). Analisis Perbedaan Pola Komunikasi Verbal dan Non- Verbal dalam Interaksi Antar Budaya. INTERACTION: Communication Studies Journal, 1(3), 1–12. https://doi.org/10.47134/interaction.v1i3.3285
Widiyanti, R., Widiyanarti, T., Riyandani, R. L., Khasanah, R. N., & Muaafi, R. (2024). Bahasa Sebagai Alat Pemersatu Dalam Komunikasi Antar Budaya. Indonesian Culture and Religion Issues, 4, 1–9. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i4.102