Perlindungan Korban dalam Putusan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Studi terhadap Putusan PN Mataram 2025
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis perlindungan korban dalam sembilan putusan tindak pidana perdagangan orang yang diputus oleh Pengadilan Negeri Mataram sepanjang Tahun 2025. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan analisis isi kualitatif serta perbandingan lintas kasus. Perlindungan korban dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu pengakuan terhadap viktimisasi dan kerugian, perlindungan dalam proses adjudikasi, serta kemungkinan pemulihan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari sembilan putusan telah memuat restitusi, termasuk pada perkara ketika eksploitasi belum selesai. Namun, perlindungan tidak selalu bergerak secara linier. Pada satu putusan, kerugian telah diakui tetapi restitusi tidak diajukan, sedangkan pada perkara lain penilaian kerugian belum otomatis menghasilkan pembebanan tanggung jawab kepada terdakwa tertentu. Penelitian juga menemukan pentingnya membaca hubungan antarputusan dalam perkara dengan beberapa pelaku untuk menghindari penghitungan ganda kerugian. Disimpulkan bahwa perlindungan korban telah relatif kuat pada tahap pengakuan dan adjudikasi, tetapi putusan belum memberikan bukti memadai mengenai realisasi pembayaran restitusi. Transformasi korban menjadi subjek hak karena itu bergantung pada kesinambungan antara akses, penilaian kerugian, atribusi tanggung jawab, dan pelaksanaan pemulihan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Angkasa, A., Hendriana, R., Wamafma, F., Juanda, O., & Nunna, B. P. (2023). Development of a Restitution Model in Optimizing Legal Protection for Victims of Human Trafficking in Indonesia. Journal of Indonesian Legal Studies, 8(1), 93–128. https://doi.org/10.15294/jils.v8i1.67866
ASEAN–Australia Counter Trafficking. (2026, Mei 18). New judicial guidelines put restitution at the heart of justice for trafficking victims in Indonesia. ASEAN–Australia Counter Trafficking.
Baglay, S. (2021). Access to compensation for trafficked persons in Canada. Journal of Human Trafficking, 7(4), 397–426. https://doi.org/10.1080/23322705.2020.1738144
Ballucci, D., & Stathakis, F. (2022). Re-conceptualizing success: Investigating specialized units responses to the sexual trafficking of female victim-survivors. Feminist Criminology, 17(5), 661–683. https://doi.org/10.1177/15570851221114396
Cusveller, J., & Kleemans, E. R. (2018). Fair compensation for victims of human trafficking? A case study of the Dutch injured party claim. International Review of Victimology, 24(3), 297–311. https://doi.org/10.1177/0269758018758427
Demeke, S. (2024). A human rights-based approach for effective criminal justice response to human trafficking. Journal of International Humanitarian Action, 9, 4. https://doi.org/10.1186/s41018-023-00143-4
Fallo, M. R., Kiling, I. Y., Wijaya, R. P. C., & Yulianto, J. E. (2025). Social rehabilitation process of human trafficking victims in East Nusa Tenggara, Indonesia: Gathering insights from the professionals. Asia Pacific Journal of Social Work and Development. https://doi.org/10.1080/29949769.2025.2469912
Group of Experts on Action against Trafficking in Human Beings. (2024). 13th general report on GRETA’s activities: Covering the period from 1 January to 31 December 2023. Council of Europe.
Hakim, L. (2020). Analisis ketidak efektifan prosedur penyelesaian hak restitusi bagi korban tindak pidana perdagangan manusia (trafficking). Jurnal Kajian Ilmiah, 20(1), 43–58. https://doi.org/10.31599/jki.v20i1.69
Inter-Agency Coordination Group against Trafficking in Persons. (2016). Providing effective remedies for victims of trafficking in persons: Issue paper. United Nations Office on Drugs and Crime.
International Labour Organization, Walk Free, & International Organization for Migration. (2022). Global Estimates of Modern Slavery: Forced Labour and Forced Marriage. International Labour Organization.
Karim, A. (2024). Fulfilling the restitution rights of victims of human trafficking: A perspective of justice. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 6(1), 78–84. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i1.217
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). SAGE Publications, Inc.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. (2026). Laporan pelaksanaan tugas LPSK 2025. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Kencana.
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press.
Novika, G. D., Disemadi, H. S., & Rochaeti, N. (2020). Legal protection in restitution to the victims of human trafficking. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 28(1), 36–46.
Nugroho, D. E., Ahmad, G. A., & Kurniawan, R. R. (2024a). The Problematics of Asset Seizure as Compensation for Fulfilling Victims’ Rights in Human Trafficking Crimes. NOVUM: Jurnal Hukum, 11(2). https://doi.org/10.2674/novum.v11i02.64231
Palmer, W. (2018). Back pay for trafficked migrant workers: An Indonesian case study. International Migration, 56(2), 56–67. https://doi.org/10.1111/imig.12376
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi dan Kompensasi kepada Korban Tindak Pidana (2022).
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban (2020).
Putrazta, S. A., Putra, S. W., Yulita, L. R., Azizah, A., & Halif. (2026). Restitusi Pekerja Migran Indonesia Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang: Studi Putusan Pengadilan. SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya, 21(3), 642–656. https://doi.org/10.26858/supremasi.v21i3.83782
Rafferty, Y. (2021). The identification, recovery, and reintegration of victims of child trafficking within ASEAN: An exploratory study of knowledge gaps and emerging challenges. Journal of Human Trafficking, 7(2), 145–167. https://doi.org/10.1080/23322705.2019.1689476
Rashid, Y., Rashid, A., Warraich, M. A., Sabir, S. S., & Waseem, A. (2019). Case Study Method: A Step-by-Step Guide for Business Researchers. International Journal of Qualitative Methods, 18, 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406919862424
Siahaan, H., Sudirman, L., & Girsang, J. (2023). Polemik implementasi pemberian hak restitusi dalam TPPO: Perdagangan orang atau pekerja migran ilegal? Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 7(2), 464–475. https://doi.org/10.24269/ls.v7i2.7608
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (2007).
United Nations Office on Drugs and Crime. (2024). Global Report on Trafficking in Persons 2024. United Nations Office on Drugs and Crime.
Weriansyah, A., Assyifa, A., Rahmawati, M., Nasir, M. A., Warneri, M. R., Ismaya, S., & Praptadina, S. B. (2023). Tinjauan Hukum Implementasi Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU PTPPO) di Indonesia. International Organization for Migration Indonesia.
Wiriyadee, S., & Terdudomtham, T. (2025). The policy recommendation for a victim-centered approach in human trafficking proceeding. Journal of Contemporary Social Sciences and Humanities, 12(1), 21–38. https://doi.org/10.59796/jcsh.v12i1.21-38
Yea, S., Stringer, C., & Rao, S. (2025). Restorative justice in cases of seafood slavery. Journal of Human Trafficking, 11(3), 287–300. https://doi.org/10.1080/23322705.2022.2128597