Reorientasi Pembangunan Hukum Daerah dalam Negara Kesatuan: Dari Legislasi Perda menuju Tata Kelola Hukum Terpadu

Main Article Content

Aprilya Yusri Attiyyah
Adrian Agus
Rahmat
Adithya Tri Firmansyah

Abstract

Pembangunan hukum daerah belum dapat dipahami hanya sebagai pembentukan Peraturan Daerah. Penelitian ini telah mengkaji kedudukan pembangunan hukum daerah dalam perkembangan hukum Indonesia hingga 2026 dengan metode hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, kasus, dan perbandingan. Analisis menemukan bahwa dokumen pembangunan hukum nasional telah memuat agenda pembinaan hukum daerah, tetapi keterpaduan perencanaan, pembentukan, pelaksanaan, dan evaluasi regulasi masih memerlukan penguatan. Perbandingan fungsional dengan Filipina menunjukkan mekanisme penelaahan ordinansi lokal secara berjenjang dengan tenggat dan akibat hukum tertentu, sedangkan Malaysia menetapkan konfirmasi otoritas negara bagian dan publikasi sebelum peraturan lokal berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan tersebut tidak dapat diadopsi untuk menghidupkan kembali pembatalan Peraturan Daerah oleh eksekutif di Indonesia. Sebaliknya, hasil kajian merumuskan model tata kelola terpadu yang menekankan harmonisasi preventif, alasan pemeriksaan tertulis, batas waktu yang pasti, dokumentasi perubahan, partisipasi bermakna, dan evaluasi setelah peraturan berlaku. Model tersebut menempatkan koordinasi kelembagaan, keterlacakan data, dan pengujian yudisial sebagai jaminan konstitusional bagi kualitas hukum daerah.

Article Details

Section

Articles

References

Arie, M. (2016). An approach of legisprudence theory to assess the quality of local regulation. Hasanuddin Law Review, 2(3), 371–384. https://doi.org/10.20956/halrev.v2i3.699

Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2022). Dokumen pembangunan hukum nasional tahun 2022: Pembinaan hukum di daerah. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. https://bphn.go.id/dpage/reports/res_dphn

Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2025a). Dokumen pembangunan hukum nasional tahun 2025. Kementerian Hukum. https://bphn.go.id/dpage/reports/res_dphn

Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2025b, 18 Desember). Evaluasi kinerja 2025, BPHN tegaskan komitmen jaga kualitas dan inovasi layanan hukum. BPHN. https://bphn.go.id/berita-utama/evaluasi-kinerja-2025-bphn-tegaskan-komitmen-jaga-kualitas-dan-inovasi-layanan-hukum

Hermanto, B., Subawa, M., Nur, A. I., Aryani, N. M., Martínez Dalmau, R., & Astariyani, N. L. G. (2026). Legislative planning and quality of legislation: The case of Prolegnas in Indonesia lawmaking. The Journal of Legislative Studies, 32(2), 301–329. https://doi.org/10.1080/13572334.2025.2492459

Laritmas, S. (2026). Implementasi meaningful participation dalam pembentukan peraturan daerah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi di Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Hukum Unsulbar, 9(2), 242–265. https://doi.org/10.31605/j-law.v9i2.6419

Liany, L. (2019). Hapusnya wewenang executive review pemerintah terhadap peraturan daerah: Studi pasca-adanya Putusan MK Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016. ADIL: Jurnal Hukum, 10(2), 1–33. https://doi.org/10.33476/ajl.v10i2.1222

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2017a, 5 April). Putusan Nomor 137/PUU-XIII/2015.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2017b, 14 Juni). Putusan Nomor 56/PUU-XIV/2016.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021, 25 November). Putusan Nomor 91/PUU-XVIII/2020.

Malaysia. (1976). Local Government Act 1976 (Act 171). https://www.mdtangkak.gov.my/sites/default/files/akta_kerajaan_tempatan_akta_171.pdf

Martitah, M., Hidayat, A., Anitasari, R. F., Rahman, M. A. M., & Aini, T. R. (2023). Transformation of the legislative system in Indonesia based on the principles of good legislation. Journal of Indonesian Legal Studies, 8(2), 545–594. https://doi.org/10.15294/jils.v8i2.69262

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (ed. revisi). Kencana.

Masnun, M. A., & Pratama, R. N. (2020). Regulations harmonization of proposal and stipulation of special economic zone in Indonesia. Law Reform, 16(2), 198–214. https://doi.org/10.14710/lr.v16i2.33784

Mochtar, Z. A., Arizona, Y., Rahman, F., Mubdi, U., Ruhpinesthi, G. E., & Wafi, M. A. (2024). From meaningful to meaningless participation: The tragedy of Indonesia’s omnibus law on job creation. Jurnal Media Hukum, 31(2), 351–370. https://doi.org/10.18196/jmh.v31i2.23557

Purawan, A. A. (2014). Review on the establishment of legislation in Indonesia. Mimbar Hukum, 26(3), 534–545. https://doi.org/10.22146/jmh.16030

Republic of the Philippines. (1991). Republic Act No. 7160: Local Government Code of 1991. Official Gazette. https://officialgazette.gov.ph/1991/10/10/republic-act-no-7160/

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (sebagaimana telah diubah). https://peraturan.bpk.go.id/Details/39046/uu-no-12-tahun-2011

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (sebagaimana telah diubah).

Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045. https://peraturan.bpk.go.id/Details/299728/uu-no-59-tahun-2024

Republik Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029. https://peraturan.bpk.go.id/Details/314638/perpres-no-12-tahun-2025

Republik Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337869/uu-no-1-tahun-2026

Rizqi, A. R. (2022). Meaningful participation in local regulation making in Indonesia: A study of legislative law. Rechtsidee, 10(2). https://doi.org/10.21070/jihr.v11i0.801

Sanjaya, A., Saragih, B. R., Sibuea, H. P., & Widjaja, G. (2025). Harmonisasi peraturan daerah dengan peraturan perundang-undangan tingkat pusat dalam perspektif negara kesatuan. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 99–119. https://doi.org/10.70193/jurisprudensi.v2i02.01

Sartillo, G. N. M. (2021). Restricted decentralization: A review of Supreme Court decisions on Philippine local autonomy. Dalam Proceedings of the First International Conference on Computing, Communication and Control System (I3CAC 2021). EAI. https://doi.org/10.4108/eai.7-6-2021.2308582

Siboy, A., & Al-Fatih, S. (2025). The design of preventive control on local delegated legislation: A case study of regional head regulations. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 8(1), 111–126. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v8i1.12862

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.